1.         Arsitektur Jaringan 3G

UMTS merupakan suatu revolusi dari GSM yang mendukung kemampuan generasi ketiga (3G). UMTS menggunakan teknologi akses WCDMA dengan system DS-WCDMA (Direct Seqence Wideband CDMA). Terdapat dua mode yang digunakan dalam WCDMA dimana yang pertama menggunakan FDD (Frequency Division Duplex) dan kedua dengan menggunakan TDD (Time Division Duplex). FDD dikembangkan di Eropa dan Amerika sedangkan TDD dikembangkan di Asia. Pada WCDMA FDD, digunakan sepasang frekuensi pembawa 5 MHz pada uplink dan downlink dengan alokasi frekuensi untuk uplink yaitu 1945 MHz – 1950 MHz dan untuk downlink yaitu 2135 MHz – 2140 MHz. Perbandingan antara spreading rate (kecepatan chip tiap detik) terhadap user data rate (kecepatan simbol data user tiap detik) dikenal sebagai spreading factor. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi chip rate, maka semakin banyak user yang dapat ditampung. Pengertian lainnya adalah dalam menentukan jumlah user, semakin besar jumlah chip rate, maka semakin tinggi kecepatan data yang diperoleh masingmasing user. Dalam WCDMA, chip rate yang digunakan sebesar 3,84 Mbps.

Sistem WCDMA UMTS

Pada sistem generasi ketiga ini didesain untuk komunikasi multimedia untuk komunikasi person-to-person dapat disajikan dengan tingkat kualitas gambar dan video yang baik, dan akses terhadap informasi serta layanan-layanan pada public danprivate network akan akan disajikan dengan data rate dan kemampuan sistem komunikasi pada generasi ketiga ini lebih fleksibel. Seiring dengan kemajuan evolusi dari sistem generasi kedua, akan menciptakan suatu kesempatan bisnis baru yang tidak hanya untuk kalangan para manufakturer dan operator-operator, tetapi juga untuk beberapa content providerdan pengembang aplikasi yang menggunakan jaringan ini. Sistem ini merupakan evolusi dari sistem CDMA pada IMT-2000. Infrastrukturnya mampu mendukung user dengan data rate tinggi, mendukung operasi yang bersifat asinkron, bandwidthnya secara keseluruhan 5 MHz dan didesain untuk dapat berdampingan dengan sistem GSM. Sehingga sistem ini pun didesain dengan karakteristik tertentu dengan parameter-parameter sebagai berikut:

1. WCDMA merupakan suatu sistem wideband Direct-Sequence Code Division Multiple Access (DS-CDMA), dalam penjelasannya; bit-bit informasi ditebar pada sebuah wide bandwidth dengan cara perkalian antara data user dengan bit-bit quadsi-random (disebut chip-chip) yang berasal dari kode-kode spreading CDMA. Agar dapat mendukung bit rate berukuran sangat besar (up to 2 Mbps), penggunaan dari variabel factor spreading dan koneksi-koneksi multicode harus didukung juga. Sebagai contoh cara pengaturan koneksi multicode ini dijelaskan pada Gambar di bawah ini

Alokasi dari bandwidth pada WCDMA dalam time–frequency–code space..JPG

2. Chip rate dengan nilai 3.84 Mcps memandu sinyal user pada sebuah carrier bandwidth yaitu kira-kira 5 MHz. Sistem DS-CDMA biasanya yang dipakai sebelumnya dengan bandwidth sekitar 1 MHz, seperti pada IS-95, secara umum digunakan sebagai dasar narrowband pada system CDMA. Sudah menjadi sifat dari wide carrier bandwidth dari WCDMA mendukung high user data rate dan juga memiliki performansi keuntungan tertentu, seperti meningkatkan multipath diversity.

Sesuai dengan lisensi operasinya, network operator dapat merancang denganmultiple sinyal carrier 5 MHz untuk menaikkan kapasitas. Gambar diatas juga menunjukkan hal tersebut. Actual carrier spacing dapat dipilih pada satu batasan frekuensi 200 KHz antara kira-kira 4.4 dan 5 MHz, tergantung dari pada tingkat interference antar carrier.

3. Sistem WCDMA mendukung variabel data rates user yang cukup besar. Data rate user dijaga konstan selama tiap 10, 20, 40 dan 80 ms frame tergantung kebutuhan QoSnya. Namun, kapasitas data diantara useruserdapat berubah dari frame to frame. Gambar diatas menunjukkan contohnya untuk kasus tersebut. Alokasi kapasitas radio yang cepat ini akan dikontrol secara khusus oleh network untuk mencapai throughput optimum untuk paket layanan data.

4. WCDMA mendukung operasi dua mode dasar: Frequency Division Duplex (FDD) dan Time Division Duplex(TDD). Namun pada tugas akhir ini hanya dipakai satu mode saja yaitu mode FDD. Pada mode FDD, frekuensi-frekuensi carrier dipisah 5 MHz untuk penggunaan uplink dan downlink masing-masing, sedangkan pada mode TDD hanya satu frekuensi 5 MHz dengan waktu yang dipakai bergantian (time-shared) antara uplink dan downlink. Dengan uplink sebagai koneksi dari mobile user ke arah base station, dan downlink sebagai koneksi dari base station ke arah mobile.

Arsitektur Jaringan WCDMA

Struktur jaringan dari WCDMA UMTS memiliki dua sub-network:

jaringan telekomunikasi dan jaringan manajemennya. Pada bagian jaringan telekomunikasi mempunyai fungsi untuk mentransportasikan informasi antara end-connection-nya.

Jaringan manajemen mempunyai fungsi menghitung, mendaftarkan, melakukan pengaturan dan penangani keamanan dari data, operasi dari tiap elemen dari jaringan harus mendukung operasi jaringan yang tepat yaitu pendeteksian dan menangani masalah data yang error dan yang bersifat anomaly atau operasi kosong setelah mengalami disconnectionatau mengembalikan periode dari beberapa elemen-elemen data yang ditransmisikan. Jaringan UMTS memiliki elemen jaringan yang akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Core network

Jaringan Lokal (Core Network) Jaringan Lokal menggabungkan fungsi kecerdasan dan transport. Core Network ini mendukung pensinyalan dan transport informasi dari trafik, termasuk peringanan beban trafik. Fungsi-fungsi kecerdasan yang terdapat langsung seperti logika dan dengan adanya keuntungan fasilitas kendali dari layanan melalui antarmuka yang terdefinisi jelas; yang juga pengaturan mobilitas. Dengan melewati inti jaringan, UMTS juga

dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi lain, jadi sangat memungkinkan tidak hanya antara pengguna UMTS mobile, tetapi juga dengan jaringan yang lain.

 2. Jaringan radio akses (UTRAN)

Jaringan akses radio menyediakan koneksi antara terminal mobile dan Core Network. Dalam UMTS jaringan akses dinamakan UTRAN (Access Universal Radio electric Terrestrial). UTRA mode UTRAN terdiri dari satu atau lebih Jaringan Sub-Sistem Radio (RNS). Sebuah RNS merupakan suatu sub-jaringan dalam UTRAN dan terdiri dari Radio Network Controller (RNC) dan satu atau lebih Node B. RNS dihubungkan antar RNC melalui suatu Iur Interface dan Node B dihubungkan dengan satu Iub Interface.

3.Terminal atau UE

User Equipment (UE) adalah nama yang berhubungan dengan terminal atau mobileTerminal mobile yang terhubung keMobile Station untuk membangun koneksi. Untuk terhubung dengan jaringan, terminal mobile membutuhkan kartu UMTS. Pemakaian Equipment, merupakan peralatan yang setiap user harus dapat melakukan komunikasi dengan base station pada saat usernya memutuskan berkomunikasi dengan base station pada saat yang bersamaan dimana usertersebut masih berada pada coverage area. UE dapat memiliki ukuran yang berbeda-beda, “forma”, tetapi semua terminal harus dapat mendukung standard dan protokol yang sama. Jika satu mobile didesain bekerja pada sistem UMTS, harus dapat berkomunikasi dengan satu mobile yang menggunakan sistem 2G. Pertama-tama terminal UMTS didesain dalam multi-band dan multi-mode, mengijinkan banyak user untuk mengubah ke UMTS, GPRS dan layanan GSM pada band-band frekuensi yang berbeda dan pada perjalanan di seluruh dunia.

4. Jaringan komunikasi

Transmission Networks

Jaringan-jaringan transmisi digunakan untuk mengoneksikan elemen elemen yang berbeda yang terintegrasi dalam semua jaringan.

1. Interface Uu

Uu Interface terletak diantara User terminal dan jaringan UTRAN. Interface-nya menggunakan teknologi WCDMA.

2. Interface Um

Interface ini menghubungkan antara BTS dengan MS.

3. Interface Iu

Iu merupakan Interface yang menghubungkan core network dengan Access Network UTRAN.

4. Interface Iu-CS

Interface ini, Iu-Cs digunakan ketika jaringan berbasis pada komutasi paket dan menghubungkan jaringan UTRAN dengan MSC.

5. Interface lu-PS

Interface ini menghubungkan jaringan akses dengan SGSN dari core network.

6. Interface Iu-Bis

Interface ini menghubungkan RNC dengan Node B.

7. Interface A bis

Interface ini menghubungkan BTS dengan BSC.

8. Interface Gb

Interface ini menghubungkan BSC dengan SGSN.

9. Interface Gs

Interface ini menghubungkan SGSN dengan MSC/VLR.

10. Interface Gp

Interface ini menghubungkan SGSN dengan GGSN.

11. Interface H

Interface ini menghubungkan Auc dengan HLR.

Pada masa yang akan dating perkembangan teknologi menuju generasi yang semakin canggih sangatlah mungkin terjadi. Saat ini telah berkembang teknologi terusan dari 3G. Dibidang telekomunikasi orang sering menyebutnya HSDPA. Apa itu HSDPA?

Secara Umum High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah suatu teknologi terbaru dalam sistem telekomunikasi bergerak yang dikeluarkan oleh 3GPP Release 5 dan merupakan teknologi generasi 3,5 (3,5G). Teknologi yang juga merupakan pengembangan dari WCDMA, sama halnya dengan CDMA 2000 yang mengembangkan EV-DO ini didesain untuk meningkatkan kecepatan transfer data 5x lebih tinggi.

HSDPA mempunyai layanan berbasis paket data di WCDMA downlinkdengan data rate mencapai 14,4 Mbps dan bandwith 5 MHz pada WCDMA downlink. Untuk jenis layanan streaming, dimana layanan data ini lebih banyak pada arah downlink daripada uplink, atau dengan kata lain user lebih banyak men-downloaddaripada meng-upload.

Selain dapat meningkatkan kecepatan transfer data, ada beberapa kelebihan dari HSDPA, yaitu :

· High Speed Downlink Shared Channel ( HS DSCH ), dimana kanal tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dengan pengguna lain.

· Transmission Time Interval ( TTI ) yang lebih pendek, yaitu 2 ms, sehingga kecepatan transmisi pada layer fisik dapat lebih cepat.

· Menggunakan teknik penjadwalan / scheduling yang cepat

· Menggunakan Adaptive Modulation and Coding ( AMC )

· Menggunakan fast Hybrid Automatic Response request (HARQ)

Memahami perbedaan antara jaringan 2G dan 3G:

G adalah singkatan dari generasi kedua teknologi di mana komunikasi didasarkan pada struktur GSM dan standar.Sedangkan generasi ketiga 3G menunjukkan, versi yang lebih canggih dari teknologi menyediakan berbagai macam aplikasi multimedia. Dalam komunikasi nirkabel yang ada, beberapa sistem telah mengadopsi teknologi 3G sementara beberapa yang masih menggunakan baik karena beberapa fitur unik yang disediakan oleh 2G. Dalam dunia modern sekarang ini di mana tuntutan di sektor komunikasi yang berkembang pesat, menjadi perlu untuk memiliki alternatif yang tersedia. Hal ini mengakibatkan ledakan beberapa standards.3G 2G menjadi yang terkemuka di antara mereka saat mereka membawa revolusi terbesar dalam komunikasi & industri mobile. Baik teknologi tujuan dalam mencapai berbagai sasaran komunikasi penting.

2G (GSM) Teknologi:

Beradaptasi GSM (Global System untuk komunikasi Mobile) merupakan langkah pertama dari 2G dalam bergerak menuju komunikasi mobile digital dari yang analog yang ada. Ini mencatat pertumbuhan yang cepat dari pelanggan dari tahun 1991 dan seterusnya untuk tahun 1998 dengan peningkatan pelanggan untuk lebih dari 200 juta. Saat itu di teknologi ini bahwa ide untuk memberikan SIM (Subscriber Identity Module) dimulai membuat komunikasi lebih aman dan jelas. Ia menerima respon biasa ekstra di semua negara dan wilayah saat ini sebagian besar dunia memanfaatkan teknologi GSM.

Untuk membuat lebih baik menggunakan waktu dan frekuensi, modulasi teknik seperti FDMA (Frekuensi Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access) digunakan yang membuat saluran umum diakses oleh banyak pengguna sekaligus. Teknologi GSM bekerja pada prinsip dasar mengalokasikan pita frekuensi dan stasiun pangkalan untuk membangun konektivitas dalam setiap sel. Cell adalah area geografis yang kecil di sebuah kota yang terbagi untuk kemudahan komunikasi. Negara berbeda menggunakan band yang berbeda untuk GSM, seperti Kanada dan Amerika Serikat menggunakan GSM 1900 GSM 850 DAN sedangkan GSM 1800 dan GSM 900 (DCS) yang digunakan di Eropa dan Asia. Setiap user dialokasikan dengan saluran bandwidth 200 kHz dan komunikasi data rate 270kbps.

Teknologi 3G:

Teknologi 3G yang digunakan spesifikasi dan standar yang menyediakan dukungan multimedia yang sangat besar karena kompatibilitas dengan IMT-2000 (standar Internasional untuk Mobile Telecommunications). Hal ini menjadi fitur yang paling unik dan kunci dari teknologi 3G. Kecepatan data yang tersedia dengan 3G adalah 2Mbps untuk pelanggan dengan ponsel stasioner dan 384Kbps untuk pengguna pada roaming. Karena kecepatan data dari antarmuka GSM tidak cukup untuk memberkati dengan kualitas tinggi aplikasi multimedia, teknologi 3G tampaknya membuka dimensi baru dalam dunia komunikasi. Aplikasi seperti, video streaming, video call, akses kecepatan bersih tinggi, aplikasi berbasis lokasi dan jenis serupa lainnya dari layanan utilitas menjadi dapat diakses di ponsel. Jaringan komersial 3G berdasarkan dirumuskan di Jepang pada teknik antarmuka udara 2001.Tahun baru juga dikenal dengan nama multiple akses teknologi WCDMA digunakan untuk tujuan ini. Menggunakan 5 MHz bandwidth dan menawarkan tingkat besar data 2mbps untuk pengguna ponsel ditempatkan dan pengguna bergerak mendapatkan downlink 384 kbps.CDMA2000 1x EV-DO, CDMA2000 beberapa teknik lain yang digunakan dalam 3G di berbagai belahan dunia.

Mengenal Teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) – Part1

Kualitas layanan berbasis Internet Protocol (IP) melalui telepon seluler sangat ditentukan besarnya bandwidth. Setelah teknologi 3G yang sanggup memberikan akses hingga 2,4 Mbps, ke depan sudah dipersiapkan infrastruktur long term evolution (LTE) yang sanggup melakukan transfer hingga ratusan Mbps.

LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Teknologi ini diklaim dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, latency dan biaya operasional yang rendah bagi operator serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk para pengguna.

Perubahan siginifikan dibandingkan standar sebelumnya meliputi 3 hal utama, yaitu air interface, jaringan radio serta jaringan core. Di masa mendatang, pengguna dijanjikan akan dapat melakukan download dan upload video high definition dan konten-konten media lainnya, mengakses e-mail dengan attachment besar serta bergabung dalam video conference dimanapun dan kapanpun.

LTE juga secara dramatis menambah kemampuan jaringan untuk mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS), bagian dari 3GPP Release 6, dimana kemampuan yang ditawarkan dapat sebanding dengan DVB-H dan WiMAX .LTE dapat beroperasi pada salah satu pita spektrum seluler yang telah dialokasikan yang termasuk dalam standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum yang baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Kondisi yang ada di masyarakat saat ini telah banyak berubah dibandingkan dengan sebelumnya, dimana paket switch data semakin dominan, VoIP menjadi metode yang efisien untuk mentransfer data suara. Tak hanya itu, data semakin bertambah dari waktu ke waktu dan kebutuhan user untuk berkomunikasi semakin meningkat dan banyak. Semuanya itu dapat diatasi oleh LTE.

Teknologi LTE sendiri merupakan pengembangan teknologi dari aplikasi GSM dan CDMA yang sudah ada di Indonesia saat ini. Bila pada GSM (2G), berevolusi menjadi GPRS (2,5G), yang dilanjutkan dengan EDGE, serta EDGE Evolved. Maka di WCDMA (3G), berevolusi menjadi HSPA (3,5G) dan HSPA+, maka solusi berikutnya adalah penggunaan LTE yang mempunyai layanan kapasitas gigabytes di atas semuanya.

Ke depan, target peningkatan kualitas LTE adalah mempunyai rataan data tinggi seperti downlink lebih besar dari 100 Mbps, uplink lebih dari 50 Mbps, serta cell-edge data rates 2 sampai 3 kali HSPA Relay 6. Itu masih ditambah dengan tingkat delay LTE yang rendah, karena user plane RTT lebih kecil dari 10 ms, dan channel set-up lebih rendah dari 100 ms. LTE mempunyai kualitas bagus dalam melakukan service penyiaran, dengan biaya yang lebih rendah dan efektif. Dengan LTE, memungkinkan para user maupun subscribers menikmati beragam media (multimedia), seperti musik, internet, film, sampai game dalam satu peralatan yang saling terhubung menjadi satu. Dan paling penting berbiaya rendah.

Kecepatan menjadi raja di zaman teknologi tinggi seperti sekarang. Datangnya teknologi Long Term Evolution (LTE) menjadi angin segar untuk para konsumen yang mengagungkan kecepatan.

LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Dengan spesifikasi seperti itu, LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, biaya operasional yang lebih murah bagi operator, serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk pengguna.

Perubahan paling mendasar dari LTE dibanding standar sebelumnya terdiri dari 3 hal utama yaitu air interface, jaringan radio, dan jaringan core. Di waktu mendatang, melakukan pengunduhan atau pengunggahan video berdefinisi tinggi, mengakses e-mail dengan attachment yang besar, mengajak teman bermain game favorit di manapun tempatnya, menjadi hal yang sangat mungkin dengan dukungan LTE.

Untuk masalah pita spektrum yang sangat berpengaruh dengan kinerja jaringan, LTE dapat beroperasi pada standar IMT-2000 (450, 850, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Alokasi pita lebar yang sangat fleksibel, mulai dari 1,4,3,5,10,15 hingga 20 MHz, menjanjikan fleksibilitas yang tinggi dalam penggunaan spektrum.

Bila dilihat dari segi pasar, LTE mampu memperkuat posisi operator telekomunikasi karena meningkatnya nilai ekonomi jaringan secara keseluruhan, cakupan jaringan yang lebih luas, dan kapasitas data yang lebih besar. Operator juga dapat lebih fleksibel mengikuti kebutuhan pasar yang kian cepat berubah sekaligus mampu menawarkan layanan data broadband dalam skala besar. Sedangkan untuk para konsumen yang mencari tarif murah, LTE menjadi jawaban untuk kebutuhan telekomunikasi yang lebih ekonomis.

“LTE bisa menjadi solusi untuk konsumen yang price concern,” ujar Iman Hirawadi, Senior Manager Technical Business Development Wireless Networks ALcatel-Lucent Indonesia.

Layanan 4G berbasis Long Term Evolution (LTE) komersial pertama dan terbesar di dunia diklaim telah diluncurkan oleh TeliaSonera dan Ericsson di Stockholm, Swedia.

Carl-Hendric Svanvberg, Presiden dan CEO Ericsson menyebut ini sebagai peristiwa bersejarah. “Era baru dari pita lebar bergerak baru saja dimulai hari ini. Dengan LTE, yang juga disebut dengan 4G, pengalaman pita lebar bergerak Anda bergerak ke tingkat yang lebih tinggi. Kecepatan LTE memberikan Anda rasa kemudahan dalam mengakses pita lebar,” tuturnya.

LTE merupakan teknologi komunikasi bergerak generasi berikutnya yang didesain untuk memindahkan jumlah data yang sangat besar. Teknologi ini dikatakan sebagai cara yang hemat dan efisien, dengan mengoptimalkan penggunaan pita frekuensi dan mengangkat kecepatan akses seringan serat di udara.

Pengguna pun dapat menikmati layanan apapun secara online dengan lebih mudah. Mulai dari download video berdefinisi tinggi (HD) hingga permainan online berjaring.

Kenneth Karlberg, Presiden dan Kepala Mobility Services TeliaSonera mengatakan, perusahaannya sangat bangga menjadi operator pertama di dunia yang menawarkan layanan 4G kepada pelanggan.

“Terima kasih atas kerja sama yang berhasil dengan Ericsson, kami dapat menawarkan layanan 4G kepada pelanggan kami di Stockholm lebih awal dari rencana semua,” tukasnya.

Alhasil, pusat kota Stockholm sepenuhnya tercakup oleh jaringan LTE, membuat hal ini diklaim menjadi penyebaran LTE terbesar sampai saat ini.

Teknologi mobile broadband generasi selanjutnya diperkirakan akan memiliki 100 juta pelanggan dalam waktu 4 tahun, menurut report dari Pyramid Research. Sebuah study dari Pyramid Research menyatakan bahwa teknologi mobile data selanjutnya akan memiliki rate adopsi yang cepat mengingat adanya full support dari vendor dan operator jalur komunikasi.

Dalam sebuah report yang berjudul “LTE’s Five-Year Global Forecast: Poised To Grow Faster Than 3G” menyatakan bahwa jaringan 4G yang menggunakan teknologi LTE (Long Term Evolution) akan memiliki lebih dari 100 juta pelanggan hanya dalam waktu 4 tahun. Sebagai perbandingan, dari laporan yang sama, disebutkan bahwa untuk jaringan 3G sebelumnya juga mencapai angka tersebut, namun dalam waktu lebih lama yakni enam tahun.

Biaya akan menjadi salah satu factor penting yang mendukung tingginya pertumbuhan pelanggan, menurut report yang sama. Sementara jaringan LTE akan meningkat menjadi miliaran, namun arsitektur IP backbone jaringan LTE hanya membutuhkan beberapa komponen. Jaringan LTE memiliki limit kecepatan 100 Mbps, menurut teorinya, yang dapat memberikan layanan cepat untuk video streaming high-definiton.

Hampir seluruh operator mobile di seluruh dunia telah mengadopsi teknologi LTE untuk jaringan 4G mereka, dan akan dikembangkan lebih lanjut mulai tahun 2010 dan 2011. Sebagai contoh, Verizon Wireless yang telah menggunakan jaringan LTE dan mengujinya di tahun 2009. Sementara Clearwire, Sprint, Google, Intel dan beberapa perusahaan kabel masih mengadopsi teknologi WiMax yang secara teori memiliki kecepatan downlink lebih lambat daripada LTE.

Long Term Evolution (LTE) adalah teknologi radio 4G yang masih dalam tahap pengembangan oleh 3GPP dengan kemampuan pengiriman data mencapai kecepatan 100 Mbit/s secara teoritis untuk downlink  dan 50 Mbit/s untuk uplink. Kecepatan ini dapat dicapai dengan menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada downlink dan Single Carrier Frequency Division Multiplex (SC-FDMA) pada uplink, yang digabungkan dengan penggunaan MIMO. Nantinya seluruh jaringan pada teknologi LTE akan berbasiskan Internet Protocol (IP) atau disebut juga All IP Networks (AIPN).

Teknologi LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, latency dan biaya operasional yang rendah bagi operator serta layanan pita lebar nirkabel bergerak kualitas tinggi untuk pengguna. Perubahan yang terjadi pada LTE dibandingkan standar sebelumnya ada tiga, yaitu air interface, jaringan radio, dan jaringan core. Dengan LTE, pengguna dapat mengunduh dan mengunggah video beresolusi tinggi, mengakses e-mail dengan lampiran besar, serta dapat melakukan video conference setiap saat. Kemampuan LTE lainnya adalah untuk mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS), yang sebanding dengan DVB-H dan WiMAX. LTE dapat beroperasi pada salah satu spektrum yang termasuk standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) ataupun pada spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

LTE merupakan teknologi pertama yang diratifikasi sebagai teknologi radio ‘Next Generation’ oleh Aliansi NGMN, dimana teknologi ini memenuhi persyaratan Aliansi NGMN berupa latency yang kurang dari 5ms dan pengaturan panggilan 100 ms disamping syarat lain seperti kepadatan panggilan dan kecepatan laju bit maksimum. Dengan bergabungnya LTE dengan varian Frequency Division Duplex (FDD) dan Time Division Duplex (TDD), maka terjadi evolusi dari UMTS, HSPA, dan TD-SCDMA. Jaringan Core yang berasosiasi dengan LTE juga memberikan jalan bagi jaringan CDMA-2000 untuk berintegrasi, sehingga dapat menjadikan LTE evolusi yang sesuai bagi banyak operator. LTE dikomersilkan tahun 2010 di Jepang oleh NTT DoCoMo.

LTE, bersama dengan SAE (service architecture evolution), adalah inti kerja dari 3GPP Release 8. Inti atau core LTE disebut dengan EPC (evolved packet core). EPC bersifat all-IP (semua IP, dan hanya IP), dan mudah berinterkoneksi dengan network IP lainnya, termasuk WiFi, WiMAX, dan XDSL. LTE juga diharapkan mendukung network broadband personal, dengan memadukan layanan mobile dan fix. User tak harus menunggu network yang lebih stabil, misalnya untuk upload file video. LTE harus siap secara teknis (dan ekonomis) untuk menampung trafik yang dinamis dari Web 2.0, cloud computing, hingga beraneka macam gadget. ABI Research memproyeksikan bahwa perangkat seperti kamera, MP3 player, video, dll yang dilengkapi kapabilitas network akan mendekati jumlah setengah miliar unit pada tahun 2012.

LTE KANDIDAT NEXT GENERATION MOBILE NETWORKS (NGMN).
Intinya ITU menghendaki transmisi dengan OFDMA (versi multi-user dari OFDM). Tentu diharapkan semua informasi sudah dialirkan sebagai data paket berbasis IP, dari ujung ke ujung (seharusnya ini terlaksana untuk 3G, tetapi kelihatannya waktu itu belum mungkin). Tiga kandidat itu diajukan oleh Ericsson dan kelompok 3GPP serta kubu GSM-nya yang mengajukan LTE (long-term evolution); Qualcomm dan kelompok 3GPP2 serta kubu CDMA-2000-nya yang mengajukan UMB (ultramobile broadband); serta kelompok WiMAX yang mengajukan WiMAX II (IEEE 802.16m). 802.16m ini pengembangan dari 802.16e yang telah memiliki mobilitas terbatas.


PENERAPAN LTE DI DUNIA
Teknologi LTE kini mulai mendapatkan momentum penting karena telah diadopsi oleh sejumlah negara pada kuartal pertama 2011 ini. Beberapa negara di seluruh dunia, sudah mulai menerapkan jaringan Long Term Evolution (LTE). Indonesia yang penetrasi telekomunikasinya termasuk cepat, memang masih meraba untuk mengadopsi teknologi ini.

Menurut penelitian dari ABI Research, saat ini sudah ada 12 negara memiliki layanan LTE komersial, dan menurut VP ABI Research Jake Saunders akan ada sekitar 16 juta pelanggan menggunakan ponsel LTE. Menurut VP Marketing dan Communication PT Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati. Pengadopsian LTE di Indonesia memang sedikit challenging. Dari sisi frekuensi, LTE termasuk teknologi yang cukup unik karena bisa diadopsi di banyak jaringan.

Di seluruh dunia kebanyakan memang LTE berjalan di frekuensi 2.6 karena memang paling besar lebar pitanya.  Namun, Ana juga mengatakan jika frekuensi ini tidak bisa digunakan masih ada opsi di frekuensi 700. Memang di frekuensi 700, tidak selebar di 2.6 namun dengan frekuensi rendah namun mempunyai jangkauan yang lebih luas. Terakhir, jika tidak bisa juga, masih bisa menggunakan frekuensi di 2.3.

Secara bisnis memang kebutuhan pasar LTE sudah mulai dengan frekuensi 2.3. Ericsson, memprediksi pada tahun 2020 mendatang akan ada 50 miliar perangkat telepon yang terhubung internet. Tentu saja akan ada beberapa tahap dan landasan untuk menuju ke arah sana.

Sementara itu, untuk menuju 50 miliar perangkat terhubung dibutuhkan 3 landasan. Dikatakan Anna, ketiga landasan itu adalah, mobility, broadband dan cloud. Mobility maksudnya pengguna bisa mengakses dimana saja, broadband artinya semua orang bisa mengakses, dan cloud memungkin semua perangkat terhubung.

Awal tahun ini, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menyatakan mulai mengimplementasikan LTE (long-term evolution). Sebagai kandidat 4G, LTE dianggap paling siap melangkah untuk mengarah ke 4G.

20 operator di dunia, merepresentasikan 1,8 miliar subscriber, telah menyatakan komitmen ke LTE; termasuk NTT Docomo, China Mobile, Vodafone, Verizon, T-Mobile, dan AT&T. NGMN Alliance mengakui LTE sebagai teknologi pertama yang memenuhi kualifikasi NGMN (Next Generation Mobile Networks). Dan akhirnya Qualcomm – yang menjadi pendukung utama UMB – memutuskan ikut mendukung LTE alih-alih meneruskan UMB.

Advertisements