Wi-Fi VS WiMax (UAS TTD 2012)

Wi-Fi VS WiMax

Ivan C. (23408001), Ferdian S. (23408003), Yefta S. (23408024)

Jurusan Teknik Elektro

Universitas Kristen Petra

Surabaya

Abstrak:

Wi-Fi merupakan teknologi yang sudah umum dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun negara lain. Sekarang teknologi telah berkembang sehingga telah muncul perkembangan dari Wi-Fi yaitu WiMax, secara fungsi umum memiliki kesamaan yang serupa dengan Wi-Fi tetapi  WiMax telah memiliki peningkatan kecepatan dan jangkauan yang lebih besar daripada pendahulunya yaitu Wi-Fi. Akan tetapi penggunaan WiMax masih sangat jarang ditemukan di Indonesia, umumnya masih ditemukan di daerah kota Jakarta, Indonesia. Sehingga teknologi Wi-Fi masih cenderung digunakan oleh masyarakat Indonesia di jaman sekarang ini.

Kata kunci: wi-fi, wlan, wireless, wimax

  1. 1.      Pendahuluan

Penggunaan jaringan internet saat ini semakin banyak yang menggunakannya. Melalui komputer, laptop hingga handphone sudah bisa dilakukan dengan adanya Wireless Local Area Network – atau yang biasa kita kenal dengan Wi-Fi. Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu komplotan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer, laptop, ataupun handphone dapat terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11 Mempunyai empat variasi dari 802.11, yaitu:

  • 802.11a
  • 802.11b
  • 802.11g
  • 802.11n

Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

Spesifikasi Kecepatan Frekuensi Band Type
802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s ~5 GHz a
802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s ~2.4 GHz b, g, n

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu wiFi beroperasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

* Channel 1 – 2,412 MHz;
* Channel 2 – 2,417 MHz;
* Channel 3 – 2,422 MHz;
* Channel 4 – 2,427 MHz;
* Channel 5 – 2,432 MHz;
* Channel 6 – 2,437 MHz;
* Channel 7 – 2,442 MHz;
* Channel 8 – 2,447 MHz;
* Channel 9 – 2,452 MHz;
* Channel 10 – 2,457 MHz;
* Channel 11 – 2,462 MHz

Standar IEEE 802.11g

Dalam evolusi WLAN adalah pengenalan IEEE 802.11g. Ini merupakan standar IEEE 802.11g dan secara bertahap dapat meningkatkan performa WLAN. IEEE 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz dan menggunakan metode modulasi OFDM. 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 kecepatannya hingga 54 Mb/s pada frekuensi 2,45 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b.

Standar ini menggunakan modulasi sinyal OFDM, sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari gelombang lainnya.

Release date Frequency Throughput Net bit rate Gross bit rate Max indoor range Max outdoor range
Juni 2003 2.4 GHz 22 Mbit/s 54 Mbit/s 128 mbit/s 45 meter 90 meter

Kecepatan standart 802.11g

 Kecepatan Indoor range Outdoor range
54 Mbit/s 27 m 75 m
48 Mbit/s 29 m 100 m
36 Mbit/s 30 m 120 m
24 Mbit/s 42 m 140 m
18 Mbit/s 55 m 180 m
12 Mbit/s 64 m 250 m
9 Mbit/s 75 m 350 m
6 Mbit/s 90 m 400 m

IEEE 802.11a

  • Max data rate 54 Mbps
  • Frekuensi berada pada kisaran 5,15 – 5,85 GHz
  • Modulasi menggunakan teknik OFDM(Orthogonal Frequency Division Multtiplex)
  • Range pancaran datanya 30 meter(indoor) dan 300 meter(outdoor)
  • Maksimum penggunaan setiap access point >256

IEEE 802.11b

  • Max data rate 11 Mbps
  • Frekuensi berada pada kisaran 2,4 – 2,4835 GHz
  • Modulasi menggunakan teknik DSSS(Direct Squence Spread Spectrum)
  • Range pancaran datanya 90 meter(indoor) dan 450 meter(outdoor)
  • Maksimum penggunaan setiap access point >256

IEEE 802.11g

  • Max data rate 54 Mbps
  • Frekuensi berada pada kisaran 2,4 – 2,4835 GHz
  • Modulasi menggunakan teknik OFDM(Orthogonal Frequency Division Multtiplex)
  • Range pancaran datanya 100 meter(indoor) dan 400 meter(outdoor)
  • Maksimum penggunaan setiap access point >256

Perbandingan jarak jangkauan IEEE 802.11a dengan IEEE 802.11b

WiMax

Adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.

WiMax pada awalnya adalah sebuah standart Wireless Metropolitan Area Network(W-MAN). Awal mula dirilis dengan sebutan IEEE 802.16 pada akhir tahun 2001, kemudian pada tahun 2003 berganti nama menjadi IEEE 802.16a.

 

Perkembangan Teknologi Wireless

Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16 untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).

Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE, WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan (triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider (BP). Perbandingan beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi digambarkan oleh First Boston seperti berikut.

WiFi 802.11g

WiMAX 802.16-2004*

WiMAX 802.16e

CDMA2000 1x EV-DO

WCDMA/ UMTS

Approximate max reach (dependent on many factors)

100 Meters

8 Km

5 Km

Maximum throughput

54 Mbps

75 Mbps (20 MHz band)

30 Mbps (10 MHz band)

3.1 Mbps (EVDO Rev. A)

2 Mbps (10+ Mbps fpr HSDPA)

Typical Frequency bands

2.4 GHz

2-11 GHz

2-6 GHz

1900 MHz

1800,1900,2100 MHz

Application

Wireless LAN

Fixed Wireless Broadband (eg-DSL alternative)

Portable Wireless Broadband

Mobile Wireless Broadband

Mobile Wireless Broadband

Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau dikenal dengan BWA.

 

Spektrum Frekuensi WiMAX

Sebagai teknologi yang berbasis pada frekuensi, kesuksesan WiMAX sangat bergantung pada ketersediaan dan kesesuaian spektrum frekuensi. Sistem wireless mengenal dua jenis band frekuensi yaitu Licensed Band dan Unlicensed Band. Licensed band membutuhkan lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.

WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certication profile untuk Fixed WiMAX (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz), sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi pada system profile release-1, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz.

Secara umum terdapat beberapa alternatif frekuensi untuk teknologi WiMAX sesuai dengan peta frekuensi dunia. Dari alternatif tersebut band frekuensi 3,5 GHz menjadi frekuensi mayoritas Fixed WiMAX di beberapa negara, terutama untuk negara-negara di Eropa, Canada, Timur-Tengah, Australia dan sebagian Asia. Sementara frekuensi yang mayoritas digunakan untuk Mobile WiMAX adalah 2,5 GHz.

Isu frekuensi Fixed WiMAX di band 3,3 GHz ternyata hanya muncul di negara-negara Asia. Hal ini terkait dengan penggunaan band 3,5 GHz untuk komunikasi satelit, demikian juga dengan di Indonesia. Band 3,5 GHz di Indonesia digunakan oleh satelit Telkom dan PSN untuk memberikan layanan IDR dan broadcast TV. Dengan demikian penggunaan secara bersama antara satelit dan wireless terrestrial (BWA) di frekuensi 3,5 GHz akan menimbulkan potensi interferensi terutama di sisi satelit.

 

Elemen Perangkat WiMAX

Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.

 

Base Station (BS)

Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:

  • NPU (networking processing unit card)
  • AU (access unit card)up to 6 +1
  • PIU (power interface unit) 1+1
  • AVU (air ventilation unit)
  • PSU (power supply unit) 3+1

 

Antena

Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.

 

Subscriber Station (SS)

Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.

 

Teknologi WiMAX dan Layanannya

BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.

Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil.

 

Tinjauan Teknologi

WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.

Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.

Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.

Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.

Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.

 

            Kemampuan jangkau WiMax cukup istimewa, mampu mencakup hingga 50 km dengan kecepatan transfer data hingga 75 Mbps. Dengan kemampuannya yang cukup baik, kadang WiMax digunakan untuk fixed wireless access hingga keperluan cellular. Kemampuan jangkau dari WiMax juga dapat di extend dengan menggunakan kabel fiber optic dan cable modem.

Berikut adalah list dari member WiMax

IC Vendor OEM Operator
Analog Devices Alcatel AT&T
Atheros Siemens British Telecom
Fujitsu ZTE France Telecom
Intel Alvarion Qwest
RF Magic Covad

Aplikasi WiMax di Indonesia

Penyelenggaraan WiMax diijinkan menggunakan frekuensi 2,3 GHz. Penyelenggaraan WiMax di Indonesia ada melalui proses lelang yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo yang hasilnya diumumkan pada 16 Juli 2009. Berikut hasil lelangnya :

Sitra WiMax adalah Operator 4G WiMax pertama di Indonesia. Sitra WiMax adalah bagian dari Lippo Group dan merek dagang terbaru dari PT. Firstmedia Tbk. Sitra WiMAX meluncurkan layanan 4G Wireless broadband di bulan Juni 2010. Sitra WiMAX akan melayani 4G Wireless Broadband pertama di Indonesia di daerah terpadat dan sekaligus memiliki hak izin BWA termahal yaitu di coverage Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Propinsi Banten, Sumatera Utara, dan Propinsi NAD. Sebelum hadir secara komersial untuk publik, Sitra telah melayani sedikitnya 2000 pelanggan dikawasan Jakarta Barat dan Karawaci yang mendapatkan layanan ujicoba gratis sejak September 2010.

Perbandingan WiFi (802.11) dengan WiMAX (802.16)

  802.11a 802.11b 802.11g 802.16d
Peak data rate 54 Mbps 11 Mbps 54 Mbps 75 Mbps
Freq band 5 GHz 2,4 GHz 2,4 GHz 2-66 GHz
Range 50 meter 100 meter 100 meter 50 Km
Ch. Size 20 MHz 20 MHz 20 MHz 1,5 – 20 MHz
Spectral eff. 2,7 bps/Hz 0,6 bps/Hz 2,7 bps/Hz 5 bps/Hz
Modulation OFDM DSSS OFDM OFDM
QoS No No No Yes

 

Perbandingan Wi-Fi dan WiMax

  WiFi (802.11) WiMax (802.16)  
Jarak ± 90 meter ± 48 km Lebih toleransi terhadap multipath delay
Cakupan kualitas Optimal untuk indoor Optimal untuk outdoor karena didukung oleh antenna yang canggih 802.16 = 256 OFDM

802.11 = 64 PFDM

Modulasi adaptive

Skalabilitas frekuensi Lebar frekuensi 20 MHz Penggunaan spectrum frekuensi fleksibel
Kecepatan bit 2,7 bps/Hz peak

> 54 Mbps dalam channel 20 MHz

5 bps/Hz peak

> 100 Mbps dalam channel 20 MHz

802.16 : kecepatan PHY bertambah, efisiensi MAC konstan
QoS Tidak didukung fasilita QoS

Sesuai dengan standart IEEE 802.11e

QoS built-in

Voice/Video dan dibedakan level-level layanannya

802.11  contention-based MAC(CSMA)

802.16 : Grant requwst MAC

 

 

Teknologi WiMax

WiMax IEEE 802.16  bekerja pada 10–66 GHz, setelah IEEE 802.16a dirilis, frekuensi kerjanya ada pada 2–11 GHz. Kecepatan transfer data tiap penggunanya antara 300 kbps – 2 Mbps pada jarak 5–8 km.

 

Standart IEEE 802.16

802.16 802.16a/HiperMAN 802.16e
Rilis Desember 2001 Januari 2003 Pertengahan 2004
Spectrum 10-66 GHz < 11 GHz < 6 GHz
Channel Condition Line of sight only Non line of sight Non line of sight
Bit Rate 32 – 134 Mbps di channel 28 MHz hingga 75 Mbps di channel 20 MHz hingga 15 Mbps di channel 5 MHz
Modulation QPSK, 16QAM, 64QAM OFDM 256 sub-carrier, QPSK, 16QAM, 64QAM OFDM 256 sub-carrier, QPSK, 16QAM, 64QAM
Mobility Fixed Fixed, Portable Nomadic Mobility
Channel Bandwidths 20, 25, 28 MHz Scalable 1,5 – 20 MHz Scalable 1,5 – 20 MHz
Typical Cell Radius 2-5 km 7-10 km, max 50 km 2-5 km

Jenis-jenis Layanan WiMax

1.UGS (Unsolicited Grant Service)

UGS merupakan layanan yang membutuhkan jaminan transfer data dengan prioritas yang paling utama. Kriteria dari layanan ini adalah :

  • Maksimum dan minimum bandwidth yang ditawarkan
  • Membutuhkan jaminan real-time
  • Layanan yang sensitive terhadap throughput, latency dan jitter
  • Contoh layanan VOiP, ATM CBR

2.Non-Real Time Polling Service (NRTPS)

  • Membutuhkan throughput yang intensif dengan jaminan garansi minimal pada latency
  • Jenisnya harus non-real time dengan regular variable size burst
  • Layanan mungkin diperluas sampai full bandwidth namun batas maksimum kecepatan sudah ditentukan
  • Garansi rate diperlukan tetapi delay tidak digaransi
  • Contoh layanan : Video dan audio streaming

3.Real Time Polling Service (RTPS)

  • Sensitif terhadap throughput dan latency dengan toleransi yang lnggar jika disbanding UGS
  • Layanannya bersifat real-time service flows dan periodic variable size data
  • Garansi rate dan syarat delay telah ditentukan
  • Contoh layanan : MPEG veido, VOiP, Video Conference

4.Best Effort (BE)

  • Layanan yang kurang memprioritaskan kecepatan data
  • Tidak ada jaminan pada rate maupun delay
  • Contoh layanan : internet(web browsing), email

Penutup

Penggunaan WiMax di Indonesia perlu dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Hal ini akan membantu pekerjaan manusia, baik dalam dunia kerja maupun dunia pendidikan. Dan perlu di ingat bahwa kecepatan dan bandwidth sangat berperan penting dalam akses browsing.

 

Referensi:

http://media.techtarget.com/searchMobileComputing/downloads/Finneran.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX

http://www.tutorialspoint.com/wimax/wimax_wifi_comparison.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi

Paper hasil survey dari Perkembangan Provider dan Mobile Aplication di Indonesia

PERKEMBANGAN PROVIDER DAN MOBILE APLICATION

Ferdian Santoso, Kristian A.K

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra

Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya – 60236

Telp. (031) 2983442, Faks. (031) 8492562

Email: re_cycle_zzz@hotmail.com

Alamat Blog: krisfer.wordpress.com

 

ABSTRAK

Dengan paper ini dapat disimpulkan berbagai survey perkembangan IT. Saat ini dengan cepatnya perkembangan IT telah membuat proses dan strategis bisnis berubah dengan cepat. Tidak ada lagi management perusahaan yang tidak peduli dengan persaingan produk dari rival bisnisnya. Penggunaan perangkat IT sudah menjadi keharusan saat ini dengan dipengaruhi oleh berkembangnya mobile application di masyarakat. IT sudah dipandang sebagai salah satu senjata untuk bersaing di kompetisi global, kecenderungan ini terlihat dari tidak digunakannya lagi IT sebagai pelengkap dari proses bisnis perusahaan, namun IT dijadikan sebagai bagian dari proses bisnisnya. Dahulu sangat sulit menyakinkan pimpinan perusahaan untuk menjadikan IT sebagai suatu solusi yang dapat membantu visi-misi dan proses bisnis apalagi menyamakan strategi IT dengan visi, misi dan strategi bisnis perusahaan.

Kata kunci: provider, mobile aplication

  1. 1.        PENDAHULUAN

Kecenderungan saat ini teknologi semakin berkembang dengan cepat, perangkat keras / lunak muncul dengan versi atau model terbaru, hal ini juga berdampak pada permasalahan teknis dan non teknis sehari-hari dilapangan semakin kompleks. Jangan sampai perangkat yang mahal dan terbaru tidak dapat optimal karena permasalahan klasik dan teknis lainnya. Solusi Sistem Enterprise seperti ERP dengan SAPnya telah menjadi solusi bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan keakuratan bisnis  dalam proses produk yang dihasilkan. Harapan management setelah mengimplementasikan sistem integrasi enterprise ini dapat meningkat seperti fungsi control, monitoring dan pengambilan keputusan. Karena tuntutan kebutuhan akan informasi yang semakin cepat, tata kelola ICT dalam manajemen di suatu perusahaan akan semakin kompleks  baik  dari  sisi  teknis  atau  non  teknis lainnya. Tuntutan  ini memunculkan ”lahan bisnis” baru bagi para provider, munculnya solusi outsourching yang mempercayakan sistem ICT  perusahaan dihandle dan dimaintenance oleh pihak ketiga (vendor). Dahulu Model dianggap paling tepat untuk solusi perusahaan yang tidak mempunyai dana lebih dalam implementasi IT dan tidak mempunyai divisi khusus IT /EDP. Namun dalam perkembangan dilapangan provider ini mulai bergeser ke services content atau pemain layanan data & Internet (ISP). Dan dengan perkembangan ini mulai banyak muncul provider-provider yang baru untuk bersaing harga dengan provider lainnya, khususnya pada provider mobile aplication atau yang biasanya disebut operator handphone.

2.    METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah survey secara online yang dilakukan oleh 100 orang responden yang terdiri dari 64 laki-laki dan 36 perempuan. Survey secara online menggunakan kusioner yang contohnya terdapat pada lampiran dari paper ini (dapat diakses pada alamat: https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?hl=in&pli=1&formkey=dHBuY0EtbUdHc1hiUnhXVl81NVNNY1E6MQ#gid=0 ). Dan kebanyakan respondennya berasal dari website jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

3.   HASIL PENELITIAN

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan dari beberapa grafik seperti dibawah ini.

Dari hasil penelitian pertama yaitu banyaknya jenis ponsel yang digunakan oleh para konsumen provider. Seperti halnya yang diketahui bahwa pengguna blackberry akhir-akhir ini sangat berkembang pesat sehingga dapat mempengaruhi harga-harga service dari berbagai operator handphone. Dan kemudian hasil survey berikutnya adalah :

Hasil survey berikutnya adalah jumlah provider yang paling sering digunakan oleh konsumen provider. Dan dari hasil ini dapat dilihat bahwa banyaknya pengguna telkomsel, hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti harga, layanan, sinyal, dan lain-lain. Sehingga memungkinkan kalau telkomsel dapat berkembang pesat di negara Indonesia ini. Kemudian survey dilanjutkan lagi untuk prosentase berikutnya :

 

Survey berikutnya ditujukan pada penggunaan aplikasi handphone untuk sehari-harinya. Dan menurut survey banyaknya responden yang menggunakan handphone untuk hal-hal yang berbau hiburan atau bisa dibilang sekedar memiliki. Jadi hal ini menyebabkan ketidak maksimalan penggunaan provider yang digunakan oleh para responden. Karena pada tujuannya pembuatan handphone digunakan untuk hal-hal yang sangat penting dan bisa berkomunikasi dengan siapapun tidak peduli seberapa jauhnya. Kemudian survey yang terakhir adalah :

Berikut adalah hasil survey alasan mengapa responden sangat percaya pada provider yang dipilihnya. Akan tetapi semua provider selalu memiliki kelemahan dan kelebihan. Alasan yang diberikan oleh para responden cenderung mengkritik pada sinyal dari providernya. Mungkin hal itu merupakan hal yang paling vital dari kualitas suatu provider sehingga perkembangan provider selalu berkaitan dengan bagaimana kualitas dan layanan yang diberikan oleh masing-masing provider.

4.   KESIMPULAN

Dari survey online melalui kuisioner yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan seperti :

  • Responden sangat memperhatikan bagaimana layanan dan kualitas sinyal dari setiap provider.
  • Responden cenderung mengikuti jaman perkembangan dari sebuah handphone. Seperti pada hasil survey, blackberry merupakan handphone favorit sehingga hal itu dapat mempengaruhi harga pasar penjualan handphone lainnya maupun harga pasar layanan yang diberikan oleh masing-masing provider.
  • Responden cenderung menggunakan handphone untuk kesenangan semata. Meskipun begitu masih juga adanya penggunaan handphone untuk bisnis yang bisa berpengaruh dalam perekonomian dunia.

5. SARAN

Sarannya adalah untuk para pemilik provider agar memperbaiki layanan-layanan yang dapat membuat konsumen kecewa terhadap provider tersebut. Survey yang dilakukan juga kurang akurat yang disebabkan sedikitnya responden yang mengisi angket ini. Setidaknya harus kurang lebih 2000 responden untuk menghasilkan data yang akurat. Hal ini sangat penting karena banyaknya pengguna handphone di negara Indonesia ini. Untuk sementara telkomsel masih terbanyak untuk pelanggannya, tetapi jangan sampai lupa untuk meningkatkan terus layanan dan kualitas dari providernya dan memberikan harga-harga layanan yang mudah dijangkau oleh masyarakat di negara Indonesia.

6.   LAMPIRAN

QUIZIONER TENTANG PERKEMBANGAN PROVIDER DAN MOBILE APPLICATION

Minta waktu anda sejenak untuk mengisi survey yang kami buat untuk menganalisa perkembangan provider dan mobile application di Indonesia.

* Wajib

Jenis Kelamin *

  • Pria
  • Wanita

Handphone apa yang anda gunakan : *

  • Blackberry
  • Nokia
  • Samsung
  • Apple
  • Sony Ericson
  • Yang lain:

Jenis software handphone anda : *

  • Blackberry OS
  • Symbian
  • Windows Mobile
  • Android
  • Java
  • iOS ( iPhone Apple )
  • Yang lain:

Aplikasi text selain SMS yang sering digunakan : *

  • BBM
  • Whats up
  • Ebuddy
  • Yang lain:

Jenis provider apa yang anda digunakan : *

  • Axis
  • XL
  • Telkomsel
  • 3
  • Indosat
  • Yang lain:

Jenis service yang digunakan : *

  • Data
  • Call
  • Text

Layanan data apa yang digunakan : Sesuai jawaban pertanyaan sebelumnya

  • Paket Blackberry Unlimited / Full Service
  • Paket Internet ( Volume Base )
  • Yang lain:

Layanan text apa yang digunakan : Sesuai jawaban pertanyaan sebelumnya

  • Paket SMS
  • Paket Chatting
  • Yang lain:

Layanan call apa yang digunakan : Sesuai jawaban pertanyaan sebelumnya

  • Paket Gratis Telepon
  • Paket Hemat Interlokal
  • Yang lain:

Alasan mengapa anda memilih provider yang anda gunakan : *

  • Murah
  • Ikut teman
  • Sinyal kuat
  • Yang lain:

Kendala-kendala yang anda temui pada provider anda : *

  • Sinyal lemah
  • Biaya service mahal
  • Sering pending
  • Sering putus ketika melakukan panggilan
  • Yang lain:

Aplikasi apa yang anda harapkan untuk penggunaan handphone sehari-harinya : *

  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Pendidikan
  • Yang lain:

Kritik dan saran untuk provider yang anda gunakan : *

PERKEMBANGAN PROVIDER DAN MOBILE APPLICATION

Perkembangan Provider dan Mobile Application

ABSTRAK

 

Saat ini dengan cepatnya perkembangan IT telah membuat proses dan strategis bisnis berubah

dengan cepat. Tidak ada lagi management perusahaan yang tidak peduli dengan persaingan

produk dari rival bisnisnya. Penggunaan perangkat IT sudah menjadi keharusan saat ini dengan dipengaruhi oleh berkembangnya mobile application di masyarakat. IT sudah dipandang sebagai salah satu senjata untuk bersaing di kompetisi global, kecenderungan

ini terlihat dari tidak digunakannya lagi IT sebagai pelengkap dari proses bisnis perusahaan,

namun IT dijadikan sebagai bagian dari proses bisnisnya.

Dahulu sangat sulit menyakinkan pimpinan perusahaan untuk menjadikan IT sebagai suatu solusi

yang dapat membantu visi-misi dan proses bisnis apalagi menyamakan strategi IT dengan visimisi dan strategi  bisnis perusahaan. Sejak era tahun 2000an disaat sudah banyak solusi yang

diberikan oleh vendor IT di dunia dengan konsep one stop solutions nya, muncul permasalahan

baru yaitu besarnya dana / anggaran yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan teknologinya sampai dengan pembiayaan maintenance yang dibutuhkan. Belum lagi dipusingkan dengan kurangnya skill SDM yang menguasai teknologi baru tersebut. Kecenderungan saat ini

teknologi semakin perkembang dengan cepat, perangkat keras / lunak muncul dengan versi

atau model terbaru, hal ini juga berdampak pada permasalahan teknis dan non teknis seharihari dilapangan semakin kompleks. Jangan sampai perangkat yang mahal dan terbaru tidak

dapat optimal karena permasalahan klasik dan teknis lainnya.

Solusi Sistem Enterprise seperti ERP dengan SAPnya telah menjadi solusi bagi perusahaan untuk

meningkatkan efisiensi dan keakuratan bisnis  dalam proses produk yang dihasilkan. Harapan

management setelah mengimplementasikan sistem integrasi enterprise ini dapat meningkat

seperti fungsi control, monitoring dan pengambilan keputusan.

Karena tuntutan kebutuhan akan informasi yang semakin cepat, tata kelola ICT dalam

manajemen di suatu perusahaan akan semakin kompleks  baik  dari  sisi  teknis  atau  non  teknis

lainnya. Tuntutan  ini memunculkan ”lahan bisnis” baru bagi para provider, munculnya solusi

outsourching yang mempercayakan sistem ICT  perusahaan dihandle dan dimaintenance oleh

pihak ketiga (vendor). Dahulu Model dianggap paling tepat untuk solusi perusahaan yang tidak

mempunyai dana lebih dalam implementasi IT dan tidak mempunyai divisi khusus IT /EDP.

Namun dalam perkembangan dilapangan provider ini mulai bergeser ke services content atau

pemain layanan data & Internet (ISP) mulai melirik pangsa pasar ini.

Era akhir tahun 90an dan awal tahun 200an, terdapat solusi yang ditawarkan pada vendor

perangkat lunak, Konsep ini dahulu dikenal dengan ASP (Application Service Provider), menurut

Kamus Komputer ASP ini merupakan suatu usaha  yang menawarkan akses berupa penggunaan

aplikasi perangkat lunak kepada pengguna individu maupun perkantoran melalui sarana

Internet. Pada dasarnya ASP adalah suatu Independent Software Vendor (ISV) atau ISP yang

memanfaatkan Internet sebagai sarana penyampaian sehingga program aplikasinya bisa berfungsi.

Perkembangan IT saat ini menuju  dengan konsep-kosenp social networkingnya, openess, share, colaborations, mobile, easy maintenance, one click, terdistribusi / tersebar,  scalability,

Concurency dan Transparan, Saat ini terdapat trend teknologi yang masih terus digali dalam

penelitian-penelitian para pakar IT di dunia, yaitu Cloud Computing. Akses data dari mana saja

dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device menggunakan internet cloud sebagai

tempat menyimpan data, applications dan lainnya yang dapat dengan mudah mengambil data,

download applikasi dan berpindah  ke cloud  lainnya, hal ini memungkinkan agar dapat

memberikan layanan aplikasi secara mobile di masa depan. Trend ini akan memberikan banyak

keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) atau dari sisi user.

Trend saat ini adalah dapat memberikan berbagai macam layanan secara teristribusi dan

pararel secara remote dan dapat berjalan di berbagai device, dan teknologinya dapat dilihat

dari berbagai macam teknologi yang digunakan dari proses informasu yang dilakukan secara

otsourching sampai dengan penggunaan eksternal data center.  Cloud Computing merupakan

model yang memungkinkan dapat mendukung layanan yang disebut ”Everything-as-a-service”

(XaaS). Dengan demikian dapat mengintegrasikan virtualized  physical sources, virtualized

infrastructure, seperti juga sebaik virtualized middleware platform dan aplikasi bisnis yang

dibuat untuk pelanggan didalam cloud tersebut.

Ada beberapa keuntungan yang dapat dilihat dari perkembangan Cloud Computing ini, seperti

1. Lebih efisien karena menggunakan anggaran yang rendah untuk sumber daya

2. Membuat lebih eglity, dengan mudah dapat berorientasi pada profit dan perkembangan

yang cepat

3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah, dimungkinkan karena sistem

pribadi atau perusahaan yang terkoneksi dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur

dengan mudah

4. Menjadikan koloborasi yang terpecaya dan lebih ramping

5. Membantu dalam menekan biaya operasi biaya modal pada saat kita meningkatkan

reliability dan kritikal sistem informasi yang kita bangun.

 

Terdapat tiga komponen platform = computer desktop, mobile devices dan cloud, dengan

memperhatikan masalah kemudahan dan keamanan, dimungkinkan dapat dengan mudah para

user untuk pindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain dimana saja.

Grid computing muncul untuk menyatukan banyak CPU yang bekerja secara pararel untuk

menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. Integrasi CPU ini bisa saja dilakukan dalam sebuah

network lokal atau internetworking yang tersebar di seluruh dunia.

Interkoneksi ini membentuk cel-cel yang saling  terintegrasi secara private atau public atau

kedua-duanya.

Operator Telekomunikasi, Informasi, Media dan Edutaintment (TIME)

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“TELKOM”, ”Perseroan”, “Perusahaan”, atau “Kami”) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layangan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan.

Sebagai BUMN, Pemerintah Republik Indonesia merupakan pemegang saham mayoritas yang menguasai sebagian besar saham biasa Perusahaan sedangkan sisanya dimiliki oleh publik. Saham Perusahaan diperdagangkan diBursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa listing).

Untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global, kami bertekad melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis dan portofolio, transformasi infrastruktur dan sistem, transformasi organisasi dan sumber daya manusia serta transformasi budaya. Pelaksanaan transformasi ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya diversifikasi bisnis TELKOM dari ketergantungan pada portofolio bisnis Legacyyang terkait dengan telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak (Fixed), layanan telepon seluler (Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi portofolio TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment). Konsistensi kami dalam berinovasi telah berhasil memposisikan Perusahaan sebagai salah satu perusahaan yang berdaya saing tinggi dan unggul dalam bisnis New Wave.

Komitmen untuk mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Hal itu terbukti dengan kontinuitas peningkatan di sisi jumlah pelanggan, yakni mencapai 120,5 juta pelanggan per 31 Desember 2010, atau meningkat sebesar 14,6%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,3 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak bergerak, 18,2 juta pelanggan telepon nirkabel tidak bergerak, dan 94,0 juta pelanggan telepon seluler.

SEJARAH

GPRS (singkatan bahasa InggrisGeneral Packet Radio ServiceGPRS) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD. Penggabungan layanan telepon seluler dengan GPRS (General Packet Radio Service) menghasilkan generasi baru yang disebut 2.5G. Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), Wireless Application Protocol (WAP), dan World Wide Web (WWW).

Kemunculan GPRS didahului dengan penemuan telepon genggam generasi 1G dan 2G yang kemudian mencetuskan ide akan penemuan GPRS. Penemuan GPRS terus berkembang hingga kemunculan generasi 3G, 3,5G, dan 4G. Perkembangan teknologi komunikasi ini disebabkan oleh keinginan untuk selalu memperbaiki kinerja, kemampuan dan efisiensi dari teknologi generasi sebelumnya. 1. Generasi 1G: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System). 2. Generasi 2G: digital, kecepatan rendah – menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. 2G merupakan jaringan telekomunikasi seluler yang diluncurkan secara komersial pada GSM di Finlandia oleh Radiolinja pada tahum 1991.

  • Time Division Multiple Access (TDMA): membagi frekuensi radio berdasarkan satuan waktu. Teknologi ini memungkinkan untuk melayani beberapa panggilan secara sekaligus melakukan pengulangan-pengulangan dalam irisan waktu tertentu yang terdapat dalam satu channel radio.
  • Personal Digital Cellular: Cara kerja mirip dengan TDMA, PDC lebih banyak digunakan di negara Jepang.
  • iDEN: teknologi berbasis CDMA dengan arsitektur GSM memungkinkan untuk membuka aplikasi Private Mobile Radio dan Push to Talk.
  • Digital European Cordless Telephone: teknologi ini berbasis TDMA digunakan untuk keperluan bisnis dalam skala menengah ke atas.
  • Personal Handphone Secvice: teknologi ini tidak jauh berbeda dengan DECT, kecepatan transmisinya jauh lebih cepat dan digunakan dalam lingkungan yang lebih luas.
  • IS-CDMA: Teknologi ini meningkatkan kapasitas sesi penelponan dengan menggunakan metode pengkodean yang unik untuk setiap kanal frekuensi yang digunakan.
  • GSM: teknologi GSM menggunakan sistem TDMA dengan alokasi kurang lebih delapan di dalam satu channel frekuensi sebesar 200kHz per satuan waktu. Kelebihan dari GSM ini adalah interface yang tinggi bagi para provider dan penggunanya.

3. Generasi 3G : digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

4. Generasi 3,5G: memungkinkan akses internet yang lebih cepat. Contoh: HSDPA.

5. Generasi 4G : merupakan Long Term Evolution (LTE) yakni, evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga sulit untuk dibedakan dengan jelas antara teknologi 3G dan 4 G. Contoh: Wimax Mobile Standard.

GPRS merupakan sistem transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip ‘tunnelling’. Ia menawarkan laju data yang lebih tinggi. Laju datanya secara kasar sampai 160 kbps dibandingkan dengan 9,6 kbps yang dapat disediakan oleh rangkaian tersakelar GSM. Kanal-kanal radio ganda dapat dialokasikan bagi seorang pengguna dan kanal yang sama dapat pula digunakan dengan berbagi antar pengguna sehingga menjadi sangat efisien. Dari segi biaya, harga mengacu pada volume penggunaan. Penggunanya ditarik biaya dalam kaitannya dengan banyaknya byte yang dikirim atau diterima, tanpa memperdulikan panggilan, dengan demikian dimungkinkan GPRS akan menjadi lebih cenderung dipilih oleh pelanggan untuk mengaksesnya daripada layanan-layanan IP.

GPRS merupakan teknologi baru yang memungkinkan para operator jaringan komunikasi bergerak menawarkan layanan data dengan laju bit yang lebih tinggi dengan tarif rendah ,sehingga membuat layanan data menjadi menarik bagi pasar massal. Para operator jaringan komunikasi bergerak di luar negeri kini melihat GPRS sebagai kunci untuk mengembangkan pasar komunikasi bergerak menjadi pesaing baru di lahan yang pernah menjadi milik jaringan kabel, yakni layanan internet. Kondisi ini dimungkinkan karena ledakan penggunaan internet melalui jaringan kabel (telepon) dapat pula dilakukan melalui jaringan bergerak. Layanan bergerak yang kini sukses di pasar adalah, laporan cuaca, pemesanan makanan, berita olah raga sampai ke berita-berita penting harian. Dari perkembangan tersebut, dapat dirasakan dampaknya pada kemunculan berbeagai provider HP yang bersaing menawarkan tarif GPRS yang semakin terjangkau.

Dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke komputer,”notebook” dan ”handheld computer”. Namun, dalam implementasinya, hal tersebut sangat tergantung faktor-faktor sebagai berikut:

  • Konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS
  • Software yang dipergunakan
  • Dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan

Ini menjelaskan mengapa pada saat-saat tertentu dan di lokasi tertentu akses GPRS terasa lambat, bahkan lebih lambat dari akses CSD yang memiliki kecepatan 9,6 kbps.

 

Perbedaan GPRS dan WAP

WAP merupakan kependekan dari Wireless Application Protocol adalah teknologi seperti WWW dan merupakan protokol untuk mengakses internet melalui HP, sedangkan GPRS (General Packet Radio Service) adalah teknologi koneksi yang digunakan oleh HP tersebut menuju jalur internet. Misalnya, kita menggunakan broadband pada PC yang terkoneksi ke Speedy.

KOMPONEN UTAMA

Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah:

  • GGSN (Gateway GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan GPRS ke jaringan internet. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai interface ke PDN (Public Data Network), information routingnetwork screeninguser screeningaddress mapping.
  • SGSN (Serving GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS. Komponen ini berfungsi untuk mengantarkan paket data ke MS,update pelanggan ke HLR, registrasi pelanggan baru.
  • PCU : komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS

CARA KERJA

SGSN bertugas: 1. Mengirim paket ke Mobile Station (MS) dalam satu area 2. Mengirim sejumlah pertanyaan ke HLR untuk memperoleh profile data pelanggan GPRS (management mobility) 3. Mendeteksi MS-GPRS yang baru dalam suatu area servis yang menjadi tanggung jawabnya (location management) 4. SGSN dihubungkan ke BSS pada GSM dengan koneksi frame relay melalui PCU (Packet Control Unit) di dalam BSC.

GGSN bertugas: 1. Sebagai interface ke jaringan IP external seperti : public internet atau mobile service provider 2. Memutakhirkan informasi routing dari PDU ( Protokol Data Units ) ke SGSN.

GPRS menggunakan sistem komunikasi packet switch sebagai cara untuk mentransmisikan datanya. Packet switch adalah sebuah sistem di mana data yang akan ditransmisikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil (paket) lalu ditransmisikan dan diubah kembali menjadi data semula. Sistem ini dapat mentransmisikan ribuan bahkan jutaan paket per detik. Transmisi dilakukan melalui PLMN (Public Land Mobile Network) dengan menggunakan IP seperti 08063464xxx. Karena memungkinkan untuk pemakaian kanal transmisi secara bersamaan oleh pengguna lain maka biaya akses GPRS, secara teori, lebih murah daripada biaya akses CSD. GPRS didesain untuk menyediakan layanan transfer packet data pada jaringan GSM dengan kecepatan yang lebih baik dari GSM. Kecepatan yang lebih baik ini didapat dengan menggunakancoding scheme (CS) yang berbeda dari GSM.

CARA PEMASANGAN

Untuk dapat menggunakan GPRS (khususnya pada handphone yang mendukung) diperlukan setting terlebih dahulu. Cara setting GPRS terdapat di masing-masing operator. Setting GPRS di HP dapat dilakukan dengan otomatis dan manual. Setting GPRS secara otomatis dapat dilakukan dengan mengirimkan SMS ke provider yang anda miliki, tarifnya bervariasi antar provider, dan format pesan yang dikirimkan juga berbeda-beda tergantung dari setiap provider. Sementara, untuk setting GPRS secara manual HP cukup mengikuti petunjuk setting default yang terdapat di HP, tanpa perlu mengubah-ubahnya lagi. Jika ingin memakai HP untuk koneksi Internet dari PC, anda hanya perlu untuk mengeset GPRS saja, tanpa perlu mengeset WAP ataupun MMS. Tiga hal yang harus diketahui adalah access point name, username, dan password. Selanjutnya, untuk menggunakan GPRS di komputer, dapat menyambungkan handphone yang telah tersetting GPRS itu dengan komputer yang telah tersetting. Cukup memasukkan angka dialling misalnya 08096470 dan klik tombol dial, maka permintaan kita akan segara disambungkan. Saat ini, GPRS di Indonesia kalah bersaing dengan teknologi 2,75G, 3G, 3,5G, dan 4G yang memang pengembangan lebih lanjut dari GPRS.

PERKEMBANGAN GPRS

Generasi 2,75G

Generasi 2,75G dikenal dengan generasi EDGE. EDGE diperkenalkan oleh AT&T di Amerika Serikat pada tahun 2003. Secara teknis sebetulnya EDGE telah memenuhi standar 3G yang ditetapkan oleh ITU. Teknologi ini dapat mengirimkan data lebih cepat dari 2.5G.

Generasi 3G

Teknologi 3G terbagi menjadi GSM dan CDMATeknologi 3G sering disebut dengan mobile broadband karena keunggulannya sebagai modem untuk internet yang dapat dibawa ke mana saja. Perkembangan teknologi 3G secara komersial dimulai pada Oktober2001, ketika NTTDoCoMo dari Jepang dengan teknologi W-CDMA menjual produknya untuk pertama kali secara terbatas. Kemudian disusul oleh SK Telecom, Korea Selatan pada tahun 2002 dengan teknologi 1xEV-DO, diikuti oleh KTF dari Korea Selatan dengan teknologi EV-DO. Keberhasilan layanan 3 G di kedua negara ini disebabkan oleh faktor dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.

Di Eropa, dipelopori oleh British Telecom dan Telenor dengan teknologi W-CDMA pada Desember 2001. Di Amerika Serika jaringan 3G dipelopori oleh Monet Mobile Networks dengan teknologi CDMA20001xEV-DO, diikuti oleh Verizon Wireless pada tahun 2003. Di Australia jaringan 3G komersial pertama kali diperkenalkan oleh Hutchinson Telecommunication dengan nama Three pada bulan maret 2003. Pada bulan Desember 2007 jaringan 3G telah dioperasikan di 40 negara dan 154 jaringan HSDPA telah beroperasi di 71 negara, dan 200 juta pelanggan telah terhubung melalui jaringan 3G.

Perkembangan teknologi 3G mengharuskan pengaturan spektrum secara global, melalui penyediaan pita (band) yang lebih luas. Adanya teknologi 3G sebagai hasil pengembangan teknologi generasi kedua, yaitu hasil perkembangan evolusioner, yang masih menggunakan perangkat jaringan 2G yang diperluas dan hasil perkembanganrevolusioner yang memerlukan jaringan dan alokasi frekuensi yang sama sekali baru. Secara evolusioner, IMT-2000 telah menerapkan dua macam evolusi ke 3G, yakni dari 2G CDMA standard IS-95 (cdmaOne) ke IMT-SC (cdma2000) dan dari 2G TDMA standars (GSM/IS-136) ke IMT-SC (EDGE). Secara revolusioner, IMT-2000 membangun alokasi spektrum yang baru terkait tuntutan saluran yang makin luas.

Salah Paham Akan 3G

Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G dalam masyarakat umum:

  1. Layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator. Hanya membeli sebuah handset 3G, tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati. Handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila, pelanggan tidak menerima cakupan 3G. Sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus.
  2. Layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa dikenal sebagai spektrum PCS (Personal Communication System).
  3. Kelebihan: Perkembangan teknologi pita lebar bergerak menguntungkan baik untuk dunia bisnis, pemerintahan maupun perorangan, karena semakin baru teknologinya semakin besar data yang dapat dikirimkan dalam waktu yang lebih singkat. Jenis data yang dapat dikirimkan juga menjadi lebih beragam, tidak hanya huruf dan angka, tetapi juga gambar diam, gambar bergerak, dan suara.
  4. Kekurangan: Disamping harganya lebih mahal, perlu diperhatikan aspek keamanannya dan aspek etika di dalam penggunaan teknologi yang baru. Peran ITU sangat penting di sini.Penyedia jasa layanan pita lebar bergerak harus membangun jaringan baru yang memerlukan investasi yang sangat besar.

Kelebihan dan kekurangan 3G

Generasi 3,5G

Generasi 3,5G merupakan pengembangan dari 3G yang memungkinkan pengiriman data lebih cepat. Perbandingan antara 3G dan 3,5G terlihat jelas pada kecepatan transmisinya. Pada 3G, kecepatan transmisi maksimal 384kbps, sementara pada 3,5G kecepatan transmisi maksimal mencapai 3,6Mbps. Generasi 3G dan 3,5G mendukung layanan video call yang memungkinkan penelpon dan penerima saling bertatap muka.

Generasi 4G

Belakangan ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G, meskipun sebenarnya teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4 G. Salah satu teknolgoi 4G yaituWiMax mobile standard telah diterima oleh ITU untuk ditambahkan pada IMT-2000, sehingga teknologi baru ini masih digolongkan ke dalam keluarga 3G. International Telecommunication Union (ITU) sedang mempelajari kemampuan mobile broadband yang disebut IMT-advanced yang disebut teknologi generasi keempat (4G). Diharapkan ITU segera melaksanakan penggunaan IMT-2000 (3G) dan IMT-Advanced (4G), konsekuensinya ITU harus menambah pita baik dibawah 1 GHz maupun diatas 2GHz.

Mengenal Teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) – Part1

Kualitas layanan berbasis Internet Protocol (IP) melalui telepon seluler sangat ditentukan besarnya bandwidth. Setelah teknologi 3G yang sanggup memberikan akses hingga 2,4 Mbps, ke depan sudah dipersiapkan infrastruktur long term evolution (LTE) yang sanggup melakukan transfer hingga ratusan Mbps.

LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Teknologi ini diklaim dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, latency dan biaya operasional yang rendah bagi operator serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk para pengguna.

Perubahan siginifikan dibandingkan standar sebelumnya meliputi 3 hal utama, yaitu air interface, jaringan radio serta jaringan core. Di masa mendatang, pengguna dijanjikan akan dapat melakukan download dan upload video high definition dan konten-konten media lainnya, mengakses e-mail dengan attachment besar serta bergabung dalam video conference dimanapun dan kapanpun.

LTE juga secara dramatis menambah kemampuan jaringan untuk mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS), bagian dari 3GPP Release 6, dimana kemampuan yang ditawarkan dapat sebanding dengan DVB-H dan WiMAX .LTE dapat beroperasi pada salah satu pita spektrum seluler yang telah dialokasikan yang termasuk dalam standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum yang baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Kondisi yang ada di masyarakat saat ini telah banyak berubah dibandingkan dengan sebelumnya, dimana paket switch data semakin dominan, VoIP menjadi metode yang efisien untuk mentransfer data suara. Tak hanya itu, data semakin bertambah dari waktu ke waktu dan kebutuhan user untuk berkomunikasi semakin meningkat dan banyak. Semuanya itu dapat diatasi oleh LTE.

Teknologi LTE sendiri merupakan pengembangan teknologi dari aplikasi GSM dan CDMA yang sudah ada di Indonesia saat ini. Bila pada GSM (2G), berevolusi menjadi GPRS (2,5G), yang dilanjutkan dengan EDGE, serta EDGE Evolved. Maka di WCDMA (3G), berevolusi menjadi HSPA (3,5G) dan HSPA+, maka solusi berikutnya adalah penggunaan LTE yang mempunyai layanan kapasitas gigabytes di atas semuanya.

Ke depan, target peningkatan kualitas LTE adalah mempunyai rataan data tinggi seperti downlink lebih besar dari 100 Mbps, uplink lebih dari 50 Mbps, serta cell-edge data rates 2 sampai 3 kali HSPA Relay 6. Itu masih ditambah dengan tingkat delay LTE yang rendah, karena user plane RTT lebih kecil dari 10 ms, dan channel set-up lebih rendah dari 100 ms. LTE mempunyai kualitas bagus dalam melakukan service penyiaran, dengan biaya yang lebih rendah dan efektif. Dengan LTE, memungkinkan para user maupun subscribers menikmati beragam media (multimedia), seperti musik, internet, film, sampai game dalam satu peralatan yang saling terhubung menjadi satu. Dan paling penting berbiaya rendah.

Kecepatan menjadi raja di zaman teknologi tinggi seperti sekarang. Datangnya teknologi Long Term Evolution (LTE) menjadi angin segar untuk para konsumen yang mengagungkan kecepatan.

LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Dengan spesifikasi seperti itu, LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, biaya operasional yang lebih murah bagi operator, serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk pengguna.

Perubahan paling mendasar dari LTE dibanding standar sebelumnya terdiri dari 3 hal utama yaitu air interface, jaringan radio, dan jaringan core. Di waktu mendatang, melakukan pengunduhan atau pengunggahan video berdefinisi tinggi, mengakses e-mail dengan attachment yang besar, mengajak teman bermain game favorit di manapun tempatnya, menjadi hal yang sangat mungkin dengan dukungan LTE.

Untuk masalah pita spektrum yang sangat berpengaruh dengan kinerja jaringan, LTE dapat beroperasi pada standar IMT-2000 (450, 850, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Alokasi pita lebar yang sangat fleksibel, mulai dari 1,4,3,5,10,15 hingga 20 MHz, menjanjikan fleksibilitas yang tinggi dalam penggunaan spektrum.

Bila dilihat dari segi pasar, LTE mampu memperkuat posisi operator telekomunikasi karena meningkatnya nilai ekonomi jaringan secara keseluruhan, cakupan jaringan yang lebih luas, dan kapasitas data yang lebih besar. Operator juga dapat lebih fleksibel mengikuti kebutuhan pasar yang kian cepat berubah sekaligus mampu menawarkan layanan data broadband dalam skala besar. Sedangkan untuk para konsumen yang mencari tarif murah, LTE menjadi jawaban untuk kebutuhan telekomunikasi yang lebih ekonomis.

“LTE bisa menjadi solusi untuk konsumen yang price concern,” ujar Iman Hirawadi, Senior Manager Technical Business Development Wireless Networks ALcatel-Lucent Indonesia.

Layanan 4G berbasis Long Term Evolution (LTE) komersial pertama dan terbesar di dunia diklaim telah diluncurkan oleh TeliaSonera dan Ericsson di Stockholm, Swedia.

Carl-Hendric Svanvberg, Presiden dan CEO Ericsson menyebut ini sebagai peristiwa bersejarah. “Era baru dari pita lebar bergerak baru saja dimulai hari ini. Dengan LTE, yang juga disebut dengan 4G, pengalaman pita lebar bergerak Anda bergerak ke tingkat yang lebih tinggi. Kecepatan LTE memberikan Anda rasa kemudahan dalam mengakses pita lebar,” tuturnya.

LTE merupakan teknologi komunikasi bergerak generasi berikutnya yang didesain untuk memindahkan jumlah data yang sangat besar. Teknologi ini dikatakan sebagai cara yang hemat dan efisien, dengan mengoptimalkan penggunaan pita frekuensi dan mengangkat kecepatan akses seringan serat di udara.

Pengguna pun dapat menikmati layanan apapun secara online dengan lebih mudah. Mulai dari download video berdefinisi tinggi (HD) hingga permainan online berjaring.

Kenneth Karlberg, Presiden dan Kepala Mobility Services TeliaSonera mengatakan, perusahaannya sangat bangga menjadi operator pertama di dunia yang menawarkan layanan 4G kepada pelanggan.

“Terima kasih atas kerja sama yang berhasil dengan Ericsson, kami dapat menawarkan layanan 4G kepada pelanggan kami di Stockholm lebih awal dari rencana semua,” tukasnya.

Alhasil, pusat kota Stockholm sepenuhnya tercakup oleh jaringan LTE, membuat hal ini diklaim menjadi penyebaran LTE terbesar sampai saat ini.

Teknologi mobile broadband generasi selanjutnya diperkirakan akan memiliki 100 juta pelanggan dalam waktu 4 tahun, menurut report dari Pyramid Research. Sebuah study dari Pyramid Research menyatakan bahwa teknologi mobile data selanjutnya akan memiliki rate adopsi yang cepat mengingat adanya full support dari vendor dan operator jalur komunikasi.

Dalam sebuah report yang berjudul “LTE’s Five-Year Global Forecast: Poised To Grow Faster Than 3G” menyatakan bahwa jaringan 4G yang menggunakan teknologi LTE (Long Term Evolution) akan memiliki lebih dari 100 juta pelanggan hanya dalam waktu 4 tahun. Sebagai perbandingan, dari laporan yang sama, disebutkan bahwa untuk jaringan 3G sebelumnya juga mencapai angka tersebut, namun dalam waktu lebih lama yakni enam tahun.

Biaya akan menjadi salah satu factor penting yang mendukung tingginya pertumbuhan pelanggan, menurut report yang sama. Sementara jaringan LTE akan meningkat menjadi miliaran, namun arsitektur IP backbone jaringan LTE hanya membutuhkan beberapa komponen. Jaringan LTE memiliki limit kecepatan 100 Mbps, menurut teorinya, yang dapat memberikan layanan cepat untuk video streaming high-definiton.

Hampir seluruh operator mobile di seluruh dunia telah mengadopsi teknologi LTE untuk jaringan 4G mereka, dan akan dikembangkan lebih lanjut mulai tahun 2010 dan 2011. Sebagai contoh, Verizon Wireless yang telah menggunakan jaringan LTE dan mengujinya di tahun 2009. Sementara Clearwire, Sprint, Google, Intel dan beberapa perusahaan kabel masih mengadopsi teknologi WiMax yang secara teori memiliki kecepatan downlink lebih lambat daripada LTE.

Long Term Evolution (LTE) adalah teknologi radio 4G yang masih dalam tahap pengembangan oleh 3GPP dengan kemampuan pengiriman data mencapai kecepatan 100 Mbit/s secara teoritis untuk downlink  dan 50 Mbit/s untuk uplink. Kecepatan ini dapat dicapai dengan menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada downlink dan Single Carrier Frequency Division Multiplex (SC-FDMA) pada uplink, yang digabungkan dengan penggunaan MIMO. Nantinya seluruh jaringan pada teknologi LTE akan berbasiskan Internet Protocol (IP) atau disebut juga All IP Networks (AIPN).

Teknologi LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, latency dan biaya operasional yang rendah bagi operator serta layanan pita lebar nirkabel bergerak kualitas tinggi untuk pengguna. Perubahan yang terjadi pada LTE dibandingkan standar sebelumnya ada tiga, yaitu air interface, jaringan radio, dan jaringan core. Dengan LTE, pengguna dapat mengunduh dan mengunggah video beresolusi tinggi, mengakses e-mail dengan lampiran besar, serta dapat melakukan video conference setiap saat. Kemampuan LTE lainnya adalah untuk mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS), yang sebanding dengan DVB-H dan WiMAX. LTE dapat beroperasi pada salah satu spektrum yang termasuk standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) ataupun pada spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

LTE merupakan teknologi pertama yang diratifikasi sebagai teknologi radio ‘Next Generation’ oleh Aliansi NGMN, dimana teknologi ini memenuhi persyaratan Aliansi NGMN berupa latency yang kurang dari 5ms dan pengaturan panggilan 100 ms disamping syarat lain seperti kepadatan panggilan dan kecepatan laju bit maksimum. Dengan bergabungnya LTE dengan varian Frequency Division Duplex (FDD) dan Time Division Duplex (TDD), maka terjadi evolusi dari UMTS, HSPA, dan TD-SCDMA. Jaringan Core yang berasosiasi dengan LTE juga memberikan jalan bagi jaringan CDMA-2000 untuk berintegrasi, sehingga dapat menjadikan LTE evolusi yang sesuai bagi banyak operator. LTE dikomersilkan tahun 2010 di Jepang oleh NTT DoCoMo.

LTE, bersama dengan SAE (service architecture evolution), adalah inti kerja dari 3GPP Release 8. Inti atau core LTE disebut dengan EPC (evolved packet core). EPC bersifat all-IP (semua IP, dan hanya IP), dan mudah berinterkoneksi dengan network IP lainnya, termasuk WiFi, WiMAX, dan XDSL. LTE juga diharapkan mendukung network broadband personal, dengan memadukan layanan mobile dan fix. User tak harus menunggu network yang lebih stabil, misalnya untuk upload file video. LTE harus siap secara teknis (dan ekonomis) untuk menampung trafik yang dinamis dari Web 2.0, cloud computing, hingga beraneka macam gadget. ABI Research memproyeksikan bahwa perangkat seperti kamera, MP3 player, video, dll yang dilengkapi kapabilitas network akan mendekati jumlah setengah miliar unit pada tahun 2012.

LTE KANDIDAT NEXT GENERATION MOBILE NETWORKS (NGMN).
Intinya ITU menghendaki transmisi dengan OFDMA (versi multi-user dari OFDM). Tentu diharapkan semua informasi sudah dialirkan sebagai data paket berbasis IP, dari ujung ke ujung (seharusnya ini terlaksana untuk 3G, tetapi kelihatannya waktu itu belum mungkin). Tiga kandidat itu diajukan oleh Ericsson dan kelompok 3GPP serta kubu GSM-nya yang mengajukan LTE (long-term evolution); Qualcomm dan kelompok 3GPP2 serta kubu CDMA-2000-nya yang mengajukan UMB (ultramobile broadband); serta kelompok WiMAX yang mengajukan WiMAX II (IEEE 802.16m). 802.16m ini pengembangan dari 802.16e yang telah memiliki mobilitas terbatas.

PENERAPAN LTE DI DUNIA
Teknologi LTE kini mulai mendapatkan momentum penting karena telah diadopsi oleh sejumlah negara pada kuartal pertama 2011 ini. Beberapa negara di seluruh dunia, sudah mulai menerapkan jaringan Long Term Evolution (LTE). Indonesia yang penetrasi telekomunikasinya termasuk cepat, memang masih meraba untuk mengadopsi teknologi ini.

Menurut penelitian dari ABI Research, saat ini sudah ada 12 negara memiliki layanan LTE komersial, dan menurut VP ABI Research Jake Saunders akan ada sekitar 16 juta pelanggan menggunakan ponsel LTE. Menurut VP Marketing dan Communication PT Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati. Pengadopsian LTE di Indonesia memang sedikit challenging. Dari sisi frekuensi, LTE termasuk teknologi yang cukup unik karena bisa diadopsi di banyak jaringan.

Di seluruh dunia kebanyakan memang LTE berjalan di frekuensi 2.6 karena memang paling besar lebar pitanya.  Namun, Ana juga mengatakan jika frekuensi ini tidak bisa digunakan masih ada opsi di frekuensi 700. Memang di frekuensi 700, tidak selebar di 2.6 namun dengan frekuensi rendah namun mempunyai jangkauan yang lebih luas. Terakhir, jika tidak bisa juga, masih bisa menggunakan frekuensi di 2.3.

Secara bisnis memang kebutuhan pasar LTE sudah mulai dengan frekuensi 2.3. Ericsson, memprediksi pada tahun 2020 mendatang akan ada 50 miliar perangkat telepon yang terhubung internet. Tentu saja akan ada beberapa tahap dan landasan untuk menuju ke arah sana.

Sementara itu, untuk menuju 50 miliar perangkat terhubung dibutuhkan 3 landasan. Dikatakan Anna, ketiga landasan itu adalah, mobility, broadband dan cloud. Mobility maksudnya pengguna bisa mengakses dimana saja, broadband artinya semua orang bisa mengakses, dan cloud memungkin semua perangkat terhubung.

Awal tahun ini, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menyatakan mulai mengimplementasikan LTE (long-term evolution). Sebagai kandidat 4G, LTE dianggap paling siap melangkah untuk mengarah ke 4G.

20 operator di dunia, merepresentasikan 1,8 miliar subscriber, telah menyatakan komitmen ke LTE; termasuk NTT Docomo, China Mobile, Vodafone, Verizon, T-Mobile, dan AT&T. NGMN Alliance mengakui LTE sebagai teknologi pertama yang memenuhi kualifikasi NGMN (Next Generation Mobile Networks). Dan akhirnya Qualcomm – yang menjadi pendukung utama UMB – memutuskan ikut mendukung LTE alih-alih meneruskan UMB.

PENGGUNAAN MOBILE APPLICATION YANG DITUNJANG PROVIDER

DALAM PENDIDIKAN

Pertama di Indonesia, Inovasi Aplikasi Mobile Campus Hasil Sinergi Telkomsel dan Research In Motion

 Telkomsel bersama Research In Motion (RIM) meluncurkan aplikasi mobile campus untuk smartphone BlackBerry pertama di Indonesia di sela-sela berlangsungnya Festival Universitas Pelita Harapan (UPH) ke-18. Inovasi aplikasi ini memudahkan mahasiswa UPH untuk mengakses segala informasi mengenai kampusnya serta melakukan aktivitas akademik langsung dari smartphone BlackBerry.
Saat ini institusi pendidikan di Indonesia mulai menyadari pentingnya pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk meningkatkan kualitas aktivitas belajar dan mengajar. Teknologi selular yang menggunakan konsep pembelajaran virtual melalui aplikasi dan akses internet memungkinkan dosen dan mahasiswa saling berinteraksi secara mobile kapan saja dan di mana saja.

Mobile Campus BlackBerry Telkomsel(kiri-kanan) Direktur Niaga Telkomsel Leong Shin Loong, Direktur Senior IT Universitas Pelita Harapan (UPH) Reynier WayongVP Channel Management Telkomsel Gideon Edie PurnomoPresiden Direktur Research In Motion (RIM) Indonesia Andy Cobham, dan VP Sales & Distribution RIM Southeast Asia Hastings Singhmemperkenalkan aplikasi UPH Mobile Campus di smartphone BlackBerry.

Inovasi aplikasi mobile campus ini memudahkan mahasiswa UPH untuk mengakses segala informasi mengenai kampusnya serta melakukan aktivitas akademik langsung dari smartphone BlackBerry.

Sebagai operator selular yang paling dipercaya pengguna BlackBerry di Indonesia dengan lebih dari 2 juta pelanggan, Telkomsel terus berupaya meningkatkan keunggulan kompetitif dengan menyediakan layanan mobile lifestyle yang didukung jangkauan jaringan terluas dan berkualitas terbaik di Indonesia. Kemitraan strategis antara Telkomsel dan RIM kini menghasilkan inovasi bagi universitas terkemuka seperti UPH, baik dalam hal platform maupun layanan.

Mobile Campus BlackBerry Telkomsel: Dua mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) sedang mengakses aplikasi UPH Mobile Campus menggunakan BlackBerry di sela-sela berlangsungnya Festival UPH ke-18.

Telkomsel bersama Research In Motion (RIM) meluncurkan aplikasi mobile campus untuk smartphone BlackBerry pertama di Indonesia yang memudahkan mahasiswa UPH untuk mengakses segala informasi mengenai kampusnya serta melakukan aktivitas akademik langsung dari smartphone BlackBerry.

Aplikasi Mobile Campus BlackBerry Telkomsel merupakan aplikasi mobile campus hasil sinergi Telkomsel dan RIM pertama di Indonesia. Aplikasi yang dikustomisasi khusus bagi UPH ini mempermudah mahasiswa dalam mengakses informasi akademik serta melakukan aktivitas akademik kapan pun, di mana pun.

Aplikasi mobile campus ini bisa diunduh di smartphone BlackBerry melalui link http://uph.better-b.mobi. Selanjutnya, mahasiswa UPH bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk melakukan berbagai aktivitas akademik, seperti: pendaftaran mata kuliah (termasuk info status dan biaya mata kuliah), pengunduhan materi akademik, serta mengakses data akademik pribadi atau profil mahasiswa (antara lain: indeks prestasi kumulatif, grafik prestasi, advisor, dan sebagainya).

Melalui aplikasi ini, para orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya di UPH juga bisa memperoleh segala informasi mengenai kampus, seperti: fasilitas kampus, peta kampus, pengajar, beasiswa, biaya kuliah, dan kegiatan non akademik. Aplikasi ini juga menyediakan informasi mengenai referensi buku di perpustakaan, kalender kegiatan kampus, lowongan pekerjaan, serta tempat kost mahasiswa.

BlackBerry telah menjadi smartphone yang paling banyak digunakan kawula muda di Indonesia dengan jumlah 5 juta pengguna. Kemiripan karakteristik mahasiswa dengan komunitas pengguna BlackBerry dalam hal kedekatan dengan teknologi, mobile, dinamis, dan terkoneksi secara sosial membuat aplikasi ini dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh mahasiswa.

jawaban cmc (UTS)

  1.         Arsitektur Jaringan 3G

UMTS merupakan suatu revolusi dari GSM yang mendukung kemampuan generasi ketiga (3G). UMTS menggunakan teknologi akses WCDMA dengan system DS-WCDMA (Direct Seqence Wideband CDMA). Terdapat dua mode yang digunakan dalam WCDMA dimana yang pertama menggunakan FDD (Frequency Division Duplex) dan kedua dengan menggunakan TDD (Time Division Duplex). FDD dikembangkan di Eropa dan Amerika sedangkan TDD dikembangkan di Asia. Pada WCDMA FDD, digunakan sepasang frekuensi pembawa 5 MHz pada uplink dan downlink dengan alokasi frekuensi untuk uplink yaitu 1945 MHz – 1950 MHz dan untuk downlink yaitu 2135 MHz – 2140 MHz. Perbandingan antara spreading rate (kecepatan chip tiap detik) terhadap user data rate (kecepatan simbol data user tiap detik) dikenal sebagai spreading factor. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi chip rate, maka semakin banyak user yang dapat ditampung. Pengertian lainnya adalah dalam menentukan jumlah user, semakin besar jumlah chip rate, maka semakin tinggi kecepatan data yang diperoleh masingmasing user. Dalam WCDMA, chip rate yang digunakan sebesar 3,84 Mbps.

Sistem WCDMA UMTS

Pada sistem generasi ketiga ini didesain untuk komunikasi multimedia untuk komunikasi person-to-person dapat disajikan dengan tingkat kualitas gambar dan video yang baik, dan akses terhadap informasi serta layanan-layanan pada public danprivate network akan akan disajikan dengan data rate dan kemampuan sistem komunikasi pada generasi ketiga ini lebih fleksibel. Seiring dengan kemajuan evolusi dari sistem generasi kedua, akan menciptakan suatu kesempatan bisnis baru yang tidak hanya untuk kalangan para manufakturer dan operator-operator, tetapi juga untuk beberapa content providerdan pengembang aplikasi yang menggunakan jaringan ini. Sistem ini merupakan evolusi dari sistem CDMA pada IMT-2000. Infrastrukturnya mampu mendukung user dengan data rate tinggi, mendukung operasi yang bersifat asinkron, bandwidthnya secara keseluruhan 5 MHz dan didesain untuk dapat berdampingan dengan sistem GSM. Sehingga sistem ini pun didesain dengan karakteristik tertentu dengan parameter-parameter sebagai berikut:

1. WCDMA merupakan suatu sistem wideband Direct-Sequence Code Division Multiple Access (DS-CDMA), dalam penjelasannya; bit-bit informasi ditebar pada sebuah wide bandwidth dengan cara perkalian antara data user dengan bit-bit quadsi-random (disebut chip-chip) yang berasal dari kode-kode spreading CDMA. Agar dapat mendukung bit rate berukuran sangat besar (up to 2 Mbps), penggunaan dari variabel factor spreading dan koneksi-koneksi multicode harus didukung juga. Sebagai contoh cara pengaturan koneksi multicode ini dijelaskan pada Gambar di bawah ini

Alokasi dari bandwidth pada WCDMA dalam time–frequency–code space..JPG

2. Chip rate dengan nilai 3.84 Mcps memandu sinyal user pada sebuah carrier bandwidth yaitu kira-kira 5 MHz. Sistem DS-CDMA biasanya yang dipakai sebelumnya dengan bandwidth sekitar 1 MHz, seperti pada IS-95, secara umum digunakan sebagai dasar narrowband pada system CDMA. Sudah menjadi sifat dari wide carrier bandwidth dari WCDMA mendukung high user data rate dan juga memiliki performansi keuntungan tertentu, seperti meningkatkan multipath diversity.

Sesuai dengan lisensi operasinya, network operator dapat merancang denganmultiple sinyal carrier 5 MHz untuk menaikkan kapasitas. Gambar diatas juga menunjukkan hal tersebut. Actual carrier spacing dapat dipilih pada satu batasan frekuensi 200 KHz antara kira-kira 4.4 dan 5 MHz, tergantung dari pada tingkat interference antar carrier.

3. Sistem WCDMA mendukung variabel data rates user yang cukup besar. Data rate user dijaga konstan selama tiap 10, 20, 40 dan 80 ms frame tergantung kebutuhan QoSnya. Namun, kapasitas data diantara useruserdapat berubah dari frame to frame. Gambar diatas menunjukkan contohnya untuk kasus tersebut. Alokasi kapasitas radio yang cepat ini akan dikontrol secara khusus oleh network untuk mencapai throughput optimum untuk paket layanan data.

4. WCDMA mendukung operasi dua mode dasar: Frequency Division Duplex (FDD) dan Time Division Duplex(TDD). Namun pada tugas akhir ini hanya dipakai satu mode saja yaitu mode FDD. Pada mode FDD, frekuensi-frekuensi carrier dipisah 5 MHz untuk penggunaan uplink dan downlink masing-masing, sedangkan pada mode TDD hanya satu frekuensi 5 MHz dengan waktu yang dipakai bergantian (time-shared) antara uplink dan downlink. Dengan uplink sebagai koneksi dari mobile user ke arah base station, dan downlink sebagai koneksi dari base station ke arah mobile.

Arsitektur Jaringan WCDMA

Struktur jaringan dari WCDMA UMTS memiliki dua sub-network:

jaringan telekomunikasi dan jaringan manajemennya. Pada bagian jaringan telekomunikasi mempunyai fungsi untuk mentransportasikan informasi antara end-connection-nya.

Jaringan manajemen mempunyai fungsi menghitung, mendaftarkan, melakukan pengaturan dan penangani keamanan dari data, operasi dari tiap elemen dari jaringan harus mendukung operasi jaringan yang tepat yaitu pendeteksian dan menangani masalah data yang error dan yang bersifat anomaly atau operasi kosong setelah mengalami disconnectionatau mengembalikan periode dari beberapa elemen-elemen data yang ditransmisikan. Jaringan UMTS memiliki elemen jaringan yang akan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Core network

Jaringan Lokal (Core Network) Jaringan Lokal menggabungkan fungsi kecerdasan dan transport. Core Network ini mendukung pensinyalan dan transport informasi dari trafik, termasuk peringanan beban trafik. Fungsi-fungsi kecerdasan yang terdapat langsung seperti logika dan dengan adanya keuntungan fasilitas kendali dari layanan melalui antarmuka yang terdefinisi jelas; yang juga pengaturan mobilitas. Dengan melewati inti jaringan, UMTS juga

dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi lain, jadi sangat memungkinkan tidak hanya antara pengguna UMTS mobile, tetapi juga dengan jaringan yang lain.

 2. Jaringan radio akses (UTRAN)

Jaringan akses radio menyediakan koneksi antara terminal mobile dan Core Network. Dalam UMTS jaringan akses dinamakan UTRAN (Access Universal Radio electric Terrestrial). UTRA mode UTRAN terdiri dari satu atau lebih Jaringan Sub-Sistem Radio (RNS). Sebuah RNS merupakan suatu sub-jaringan dalam UTRAN dan terdiri dari Radio Network Controller (RNC) dan satu atau lebih Node B. RNS dihubungkan antar RNC melalui suatu Iur Interface dan Node B dihubungkan dengan satu Iub Interface.

3.Terminal atau UE

User Equipment (UE) adalah nama yang berhubungan dengan terminal atau mobileTerminal mobile yang terhubung keMobile Station untuk membangun koneksi. Untuk terhubung dengan jaringan, terminal mobile membutuhkan kartu UMTS. Pemakaian Equipment, merupakan peralatan yang setiap user harus dapat melakukan komunikasi dengan base station pada saat usernya memutuskan berkomunikasi dengan base station pada saat yang bersamaan dimana usertersebut masih berada pada coverage area. UE dapat memiliki ukuran yang berbeda-beda, “forma”, tetapi semua terminal harus dapat mendukung standard dan protokol yang sama. Jika satu mobile didesain bekerja pada sistem UMTS, harus dapat berkomunikasi dengan satu mobile yang menggunakan sistem 2G. Pertama-tama terminal UMTS didesain dalam multi-band dan multi-mode, mengijinkan banyak user untuk mengubah ke UMTS, GPRS dan layanan GSM pada band-band frekuensi yang berbeda dan pada perjalanan di seluruh dunia.

4. Jaringan komunikasi

Transmission Networks

Jaringan-jaringan transmisi digunakan untuk mengoneksikan elemen elemen yang berbeda yang terintegrasi dalam semua jaringan.

1. Interface Uu

Uu Interface terletak diantara User terminal dan jaringan UTRAN. Interface-nya menggunakan teknologi WCDMA.

2. Interface Um

Interface ini menghubungkan antara BTS dengan MS.

3. Interface Iu

Iu merupakan Interface yang menghubungkan core network dengan Access Network UTRAN.

4. Interface Iu-CS

Interface ini, Iu-Cs digunakan ketika jaringan berbasis pada komutasi paket dan menghubungkan jaringan UTRAN dengan MSC.

5. Interface lu-PS

Interface ini menghubungkan jaringan akses dengan SGSN dari core network.

6. Interface Iu-Bis

Interface ini menghubungkan RNC dengan Node B.

7. Interface A bis

Interface ini menghubungkan BTS dengan BSC.

8. Interface Gb

Interface ini menghubungkan BSC dengan SGSN.

9. Interface Gs

Interface ini menghubungkan SGSN dengan MSC/VLR.

10. Interface Gp

Interface ini menghubungkan SGSN dengan GGSN.

11. Interface H

Interface ini menghubungkan Auc dengan HLR.

Pada masa yang akan dating perkembangan teknologi menuju generasi yang semakin canggih sangatlah mungkin terjadi. Saat ini telah berkembang teknologi terusan dari 3G. Dibidang telekomunikasi orang sering menyebutnya HSDPA. Apa itu HSDPA?

Secara Umum High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) adalah suatu teknologi terbaru dalam sistem telekomunikasi bergerak yang dikeluarkan oleh 3GPP Release 5 dan merupakan teknologi generasi 3,5 (3,5G). Teknologi yang juga merupakan pengembangan dari WCDMA, sama halnya dengan CDMA 2000 yang mengembangkan EV-DO ini didesain untuk meningkatkan kecepatan transfer data 5x lebih tinggi.

HSDPA mempunyai layanan berbasis paket data di WCDMA downlinkdengan data rate mencapai 14,4 Mbps dan bandwith 5 MHz pada WCDMA downlink. Untuk jenis layanan streaming, dimana layanan data ini lebih banyak pada arah downlink daripada uplink, atau dengan kata lain user lebih banyak men-downloaddaripada meng-upload.

Selain dapat meningkatkan kecepatan transfer data, ada beberapa kelebihan dari HSDPA, yaitu :

· High Speed Downlink Shared Channel ( HS DSCH ), dimana kanal tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dengan pengguna lain.

· Transmission Time Interval ( TTI ) yang lebih pendek, yaitu 2 ms, sehingga kecepatan transmisi pada layer fisik dapat lebih cepat.

· Menggunakan teknik penjadwalan / scheduling yang cepat

· Menggunakan Adaptive Modulation and Coding ( AMC )

· Menggunakan fast Hybrid Automatic Response request (HARQ)

Memahami perbedaan antara jaringan 2G dan 3G:

G adalah singkatan dari generasi kedua teknologi di mana komunikasi didasarkan pada struktur GSM dan standar.Sedangkan generasi ketiga 3G menunjukkan, versi yang lebih canggih dari teknologi menyediakan berbagai macam aplikasi multimedia. Dalam komunikasi nirkabel yang ada, beberapa sistem telah mengadopsi teknologi 3G sementara beberapa yang masih menggunakan baik karena beberapa fitur unik yang disediakan oleh 2G. Dalam dunia modern sekarang ini di mana tuntutan di sektor komunikasi yang berkembang pesat, menjadi perlu untuk memiliki alternatif yang tersedia. Hal ini mengakibatkan ledakan beberapa standards.3G 2G menjadi yang terkemuka di antara mereka saat mereka membawa revolusi terbesar dalam komunikasi & industri mobile. Baik teknologi tujuan dalam mencapai berbagai sasaran komunikasi penting.

2G (GSM) Teknologi:

Beradaptasi GSM (Global System untuk komunikasi Mobile) merupakan langkah pertama dari 2G dalam bergerak menuju komunikasi mobile digital dari yang analog yang ada. Ini mencatat pertumbuhan yang cepat dari pelanggan dari tahun 1991 dan seterusnya untuk tahun 1998 dengan peningkatan pelanggan untuk lebih dari 200 juta. Saat itu di teknologi ini bahwa ide untuk memberikan SIM (Subscriber Identity Module) dimulai membuat komunikasi lebih aman dan jelas. Ia menerima respon biasa ekstra di semua negara dan wilayah saat ini sebagian besar dunia memanfaatkan teknologi GSM.

Untuk membuat lebih baik menggunakan waktu dan frekuensi, modulasi teknik seperti FDMA (Frekuensi Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access) digunakan yang membuat saluran umum diakses oleh banyak pengguna sekaligus. Teknologi GSM bekerja pada prinsip dasar mengalokasikan pita frekuensi dan stasiun pangkalan untuk membangun konektivitas dalam setiap sel. Cell adalah area geografis yang kecil di sebuah kota yang terbagi untuk kemudahan komunikasi. Negara berbeda menggunakan band yang berbeda untuk GSM, seperti Kanada dan Amerika Serikat menggunakan GSM 1900 GSM 850 DAN sedangkan GSM 1800 dan GSM 900 (DCS) yang digunakan di Eropa dan Asia. Setiap user dialokasikan dengan saluran bandwidth 200 kHz dan komunikasi data rate 270kbps.

Teknologi 3G:

Teknologi 3G yang digunakan spesifikasi dan standar yang menyediakan dukungan multimedia yang sangat besar karena kompatibilitas dengan IMT-2000 (standar Internasional untuk Mobile Telecommunications). Hal ini menjadi fitur yang paling unik dan kunci dari teknologi 3G. Kecepatan data yang tersedia dengan 3G adalah 2Mbps untuk pelanggan dengan ponsel stasioner dan 384Kbps untuk pengguna pada roaming. Karena kecepatan data dari antarmuka GSM tidak cukup untuk memberkati dengan kualitas tinggi aplikasi multimedia, teknologi 3G tampaknya membuka dimensi baru dalam dunia komunikasi. Aplikasi seperti, video streaming, video call, akses kecepatan bersih tinggi, aplikasi berbasis lokasi dan jenis serupa lainnya dari layanan utilitas menjadi dapat diakses di ponsel. Jaringan komersial 3G berdasarkan dirumuskan di Jepang pada teknik antarmuka udara 2001.Tahun baru juga dikenal dengan nama multiple akses teknologi WCDMA digunakan untuk tujuan ini. Menggunakan 5 MHz bandwidth dan menawarkan tingkat besar data 2mbps untuk pengguna ponsel ditempatkan dan pengguna bergerak mendapatkan downlink 384 kbps.CDMA2000 1x EV-DO, CDMA2000 beberapa teknik lain yang digunakan dalam 3G di berbagai belahan dunia.

Mengenal Teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) – Part1

Kualitas layanan berbasis Internet Protocol (IP) melalui telepon seluler sangat ditentukan besarnya bandwidth. Setelah teknologi 3G yang sanggup memberikan akses hingga 2,4 Mbps, ke depan sudah dipersiapkan infrastruktur long term evolution (LTE) yang sanggup melakukan transfer hingga ratusan Mbps.

LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Teknologi ini diklaim dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, latency dan biaya operasional yang rendah bagi operator serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk para pengguna.

Perubahan siginifikan dibandingkan standar sebelumnya meliputi 3 hal utama, yaitu air interface, jaringan radio serta jaringan core. Di masa mendatang, pengguna dijanjikan akan dapat melakukan download dan upload video high definition dan konten-konten media lainnya, mengakses e-mail dengan attachment besar serta bergabung dalam video conference dimanapun dan kapanpun.

LTE juga secara dramatis menambah kemampuan jaringan untuk mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS), bagian dari 3GPP Release 6, dimana kemampuan yang ditawarkan dapat sebanding dengan DVB-H dan WiMAX .LTE dapat beroperasi pada salah satu pita spektrum seluler yang telah dialokasikan yang termasuk dalam standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum yang baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Kondisi yang ada di masyarakat saat ini telah banyak berubah dibandingkan dengan sebelumnya, dimana paket switch data semakin dominan, VoIP menjadi metode yang efisien untuk mentransfer data suara. Tak hanya itu, data semakin bertambah dari waktu ke waktu dan kebutuhan user untuk berkomunikasi semakin meningkat dan banyak. Semuanya itu dapat diatasi oleh LTE.

Teknologi LTE sendiri merupakan pengembangan teknologi dari aplikasi GSM dan CDMA yang sudah ada di Indonesia saat ini. Bila pada GSM (2G), berevolusi menjadi GPRS (2,5G), yang dilanjutkan dengan EDGE, serta EDGE Evolved. Maka di WCDMA (3G), berevolusi menjadi HSPA (3,5G) dan HSPA+, maka solusi berikutnya adalah penggunaan LTE yang mempunyai layanan kapasitas gigabytes di atas semuanya.

Ke depan, target peningkatan kualitas LTE adalah mempunyai rataan data tinggi seperti downlink lebih besar dari 100 Mbps, uplink lebih dari 50 Mbps, serta cell-edge data rates 2 sampai 3 kali HSPA Relay 6. Itu masih ditambah dengan tingkat delay LTE yang rendah, karena user plane RTT lebih kecil dari 10 ms, dan channel set-up lebih rendah dari 100 ms. LTE mempunyai kualitas bagus dalam melakukan service penyiaran, dengan biaya yang lebih rendah dan efektif. Dengan LTE, memungkinkan para user maupun subscribers menikmati beragam media (multimedia), seperti musik, internet, film, sampai game dalam satu peralatan yang saling terhubung menjadi satu. Dan paling penting berbiaya rendah.

Kecepatan menjadi raja di zaman teknologi tinggi seperti sekarang. Datangnya teknologi Long Term Evolution (LTE) menjadi angin segar untuk para konsumen yang mengagungkan kecepatan.

LTE didefinisikan dalam standar 3GPP (Third Generation Partnership Project) Release 8 dan juga merupakan evolusi teknologi 1xEV-DO sebagai bagian dari roadmap standar 3GPP2. Dengan spesifikasi seperti itu, LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, biaya operasional yang lebih murah bagi operator, serta layanan mobile broadband kualitas tinggi untuk pengguna.

Perubahan paling mendasar dari LTE dibanding standar sebelumnya terdiri dari 3 hal utama yaitu air interface, jaringan radio, dan jaringan core. Di waktu mendatang, melakukan pengunduhan atau pengunggahan video berdefinisi tinggi, mengakses e-mail dengan attachment yang besar, mengajak teman bermain game favorit di manapun tempatnya, menjadi hal yang sangat mungkin dengan dukungan LTE.

Untuk masalah pita spektrum yang sangat berpengaruh dengan kinerja jaringan, LTE dapat beroperasi pada standar IMT-2000 (450, 850, 1800, 1900, 2100 MHz) maupun pada pita spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

Alokasi pita lebar yang sangat fleksibel, mulai dari 1,4,3,5,10,15 hingga 20 MHz, menjanjikan fleksibilitas yang tinggi dalam penggunaan spektrum.

Bila dilihat dari segi pasar, LTE mampu memperkuat posisi operator telekomunikasi karena meningkatnya nilai ekonomi jaringan secara keseluruhan, cakupan jaringan yang lebih luas, dan kapasitas data yang lebih besar. Operator juga dapat lebih fleksibel mengikuti kebutuhan pasar yang kian cepat berubah sekaligus mampu menawarkan layanan data broadband dalam skala besar. Sedangkan untuk para konsumen yang mencari tarif murah, LTE menjadi jawaban untuk kebutuhan telekomunikasi yang lebih ekonomis.

“LTE bisa menjadi solusi untuk konsumen yang price concern,” ujar Iman Hirawadi, Senior Manager Technical Business Development Wireless Networks ALcatel-Lucent Indonesia.

Layanan 4G berbasis Long Term Evolution (LTE) komersial pertama dan terbesar di dunia diklaim telah diluncurkan oleh TeliaSonera dan Ericsson di Stockholm, Swedia.

Carl-Hendric Svanvberg, Presiden dan CEO Ericsson menyebut ini sebagai peristiwa bersejarah. “Era baru dari pita lebar bergerak baru saja dimulai hari ini. Dengan LTE, yang juga disebut dengan 4G, pengalaman pita lebar bergerak Anda bergerak ke tingkat yang lebih tinggi. Kecepatan LTE memberikan Anda rasa kemudahan dalam mengakses pita lebar,” tuturnya.

LTE merupakan teknologi komunikasi bergerak generasi berikutnya yang didesain untuk memindahkan jumlah data yang sangat besar. Teknologi ini dikatakan sebagai cara yang hemat dan efisien, dengan mengoptimalkan penggunaan pita frekuensi dan mengangkat kecepatan akses seringan serat di udara.

Pengguna pun dapat menikmati layanan apapun secara online dengan lebih mudah. Mulai dari download video berdefinisi tinggi (HD) hingga permainan online berjaring.

Kenneth Karlberg, Presiden dan Kepala Mobility Services TeliaSonera mengatakan, perusahaannya sangat bangga menjadi operator pertama di dunia yang menawarkan layanan 4G kepada pelanggan.

“Terima kasih atas kerja sama yang berhasil dengan Ericsson, kami dapat menawarkan layanan 4G kepada pelanggan kami di Stockholm lebih awal dari rencana semua,” tukasnya.

Alhasil, pusat kota Stockholm sepenuhnya tercakup oleh jaringan LTE, membuat hal ini diklaim menjadi penyebaran LTE terbesar sampai saat ini.

Teknologi mobile broadband generasi selanjutnya diperkirakan akan memiliki 100 juta pelanggan dalam waktu 4 tahun, menurut report dari Pyramid Research. Sebuah study dari Pyramid Research menyatakan bahwa teknologi mobile data selanjutnya akan memiliki rate adopsi yang cepat mengingat adanya full support dari vendor dan operator jalur komunikasi.

Dalam sebuah report yang berjudul “LTE’s Five-Year Global Forecast: Poised To Grow Faster Than 3G” menyatakan bahwa jaringan 4G yang menggunakan teknologi LTE (Long Term Evolution) akan memiliki lebih dari 100 juta pelanggan hanya dalam waktu 4 tahun. Sebagai perbandingan, dari laporan yang sama, disebutkan bahwa untuk jaringan 3G sebelumnya juga mencapai angka tersebut, namun dalam waktu lebih lama yakni enam tahun.

Biaya akan menjadi salah satu factor penting yang mendukung tingginya pertumbuhan pelanggan, menurut report yang sama. Sementara jaringan LTE akan meningkat menjadi miliaran, namun arsitektur IP backbone jaringan LTE hanya membutuhkan beberapa komponen. Jaringan LTE memiliki limit kecepatan 100 Mbps, menurut teorinya, yang dapat memberikan layanan cepat untuk video streaming high-definiton.

Hampir seluruh operator mobile di seluruh dunia telah mengadopsi teknologi LTE untuk jaringan 4G mereka, dan akan dikembangkan lebih lanjut mulai tahun 2010 dan 2011. Sebagai contoh, Verizon Wireless yang telah menggunakan jaringan LTE dan mengujinya di tahun 2009. Sementara Clearwire, Sprint, Google, Intel dan beberapa perusahaan kabel masih mengadopsi teknologi WiMax yang secara teori memiliki kecepatan downlink lebih lambat daripada LTE.

Long Term Evolution (LTE) adalah teknologi radio 4G yang masih dalam tahap pengembangan oleh 3GPP dengan kemampuan pengiriman data mencapai kecepatan 100 Mbit/s secara teoritis untuk downlink  dan 50 Mbit/s untuk uplink. Kecepatan ini dapat dicapai dengan menggunakan Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada downlink dan Single Carrier Frequency Division Multiplex (SC-FDMA) pada uplink, yang digabungkan dengan penggunaan MIMO. Nantinya seluruh jaringan pada teknologi LTE akan berbasiskan Internet Protocol (IP) atau disebut juga All IP Networks (AIPN).

Teknologi LTE dirancang untuk menyediakan efisiensi spektrum yang lebih baik, peningkatan kapasitas radio, latency dan biaya operasional yang rendah bagi operator serta layanan pita lebar nirkabel bergerak kualitas tinggi untuk pengguna. Perubahan yang terjadi pada LTE dibandingkan standar sebelumnya ada tiga, yaitu air interface, jaringan radio, dan jaringan core. Dengan LTE, pengguna dapat mengunduh dan mengunggah video beresolusi tinggi, mengakses e-mail dengan lampiran besar, serta dapat melakukan video conference setiap saat. Kemampuan LTE lainnya adalah untuk mengoperasikan fitur Multimedia Broadcast Multicast Service (MBMS), yang sebanding dengan DVB-H dan WiMAX. LTE dapat beroperasi pada salah satu spektrum yang termasuk standar IMT-2000 (450, 850, 900, 1800, 1900, 2100 MHz) ataupun pada spektrum baru seperti 700 MHz dan 2,5 GHz.

LTE merupakan teknologi pertama yang diratifikasi sebagai teknologi radio ‘Next Generation’ oleh Aliansi NGMN, dimana teknologi ini memenuhi persyaratan Aliansi NGMN berupa latency yang kurang dari 5ms dan pengaturan panggilan 100 ms disamping syarat lain seperti kepadatan panggilan dan kecepatan laju bit maksimum. Dengan bergabungnya LTE dengan varian Frequency Division Duplex (FDD) dan Time Division Duplex (TDD), maka terjadi evolusi dari UMTS, HSPA, dan TD-SCDMA. Jaringan Core yang berasosiasi dengan LTE juga memberikan jalan bagi jaringan CDMA-2000 untuk berintegrasi, sehingga dapat menjadikan LTE evolusi yang sesuai bagi banyak operator. LTE dikomersilkan tahun 2010 di Jepang oleh NTT DoCoMo.

LTE, bersama dengan SAE (service architecture evolution), adalah inti kerja dari 3GPP Release 8. Inti atau core LTE disebut dengan EPC (evolved packet core). EPC bersifat all-IP (semua IP, dan hanya IP), dan mudah berinterkoneksi dengan network IP lainnya, termasuk WiFi, WiMAX, dan XDSL. LTE juga diharapkan mendukung network broadband personal, dengan memadukan layanan mobile dan fix. User tak harus menunggu network yang lebih stabil, misalnya untuk upload file video. LTE harus siap secara teknis (dan ekonomis) untuk menampung trafik yang dinamis dari Web 2.0, cloud computing, hingga beraneka macam gadget. ABI Research memproyeksikan bahwa perangkat seperti kamera, MP3 player, video, dll yang dilengkapi kapabilitas network akan mendekati jumlah setengah miliar unit pada tahun 2012.

LTE KANDIDAT NEXT GENERATION MOBILE NETWORKS (NGMN).
Intinya ITU menghendaki transmisi dengan OFDMA (versi multi-user dari OFDM). Tentu diharapkan semua informasi sudah dialirkan sebagai data paket berbasis IP, dari ujung ke ujung (seharusnya ini terlaksana untuk 3G, tetapi kelihatannya waktu itu belum mungkin). Tiga kandidat itu diajukan oleh Ericsson dan kelompok 3GPP serta kubu GSM-nya yang mengajukan LTE (long-term evolution); Qualcomm dan kelompok 3GPP2 serta kubu CDMA-2000-nya yang mengajukan UMB (ultramobile broadband); serta kelompok WiMAX yang mengajukan WiMAX II (IEEE 802.16m). 802.16m ini pengembangan dari 802.16e yang telah memiliki mobilitas terbatas.


PENERAPAN LTE DI DUNIA
Teknologi LTE kini mulai mendapatkan momentum penting karena telah diadopsi oleh sejumlah negara pada kuartal pertama 2011 ini. Beberapa negara di seluruh dunia, sudah mulai menerapkan jaringan Long Term Evolution (LTE). Indonesia yang penetrasi telekomunikasinya termasuk cepat, memang masih meraba untuk mengadopsi teknologi ini.

Menurut penelitian dari ABI Research, saat ini sudah ada 12 negara memiliki layanan LTE komersial, dan menurut VP ABI Research Jake Saunders akan ada sekitar 16 juta pelanggan menggunakan ponsel LTE. Menurut VP Marketing dan Communication PT Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati. Pengadopsian LTE di Indonesia memang sedikit challenging. Dari sisi frekuensi, LTE termasuk teknologi yang cukup unik karena bisa diadopsi di banyak jaringan.

Di seluruh dunia kebanyakan memang LTE berjalan di frekuensi 2.6 karena memang paling besar lebar pitanya.  Namun, Ana juga mengatakan jika frekuensi ini tidak bisa digunakan masih ada opsi di frekuensi 700. Memang di frekuensi 700, tidak selebar di 2.6 namun dengan frekuensi rendah namun mempunyai jangkauan yang lebih luas. Terakhir, jika tidak bisa juga, masih bisa menggunakan frekuensi di 2.3.

Secara bisnis memang kebutuhan pasar LTE sudah mulai dengan frekuensi 2.3. Ericsson, memprediksi pada tahun 2020 mendatang akan ada 50 miliar perangkat telepon yang terhubung internet. Tentu saja akan ada beberapa tahap dan landasan untuk menuju ke arah sana.

Sementara itu, untuk menuju 50 miliar perangkat terhubung dibutuhkan 3 landasan. Dikatakan Anna, ketiga landasan itu adalah, mobility, broadband dan cloud. Mobility maksudnya pengguna bisa mengakses dimana saja, broadband artinya semua orang bisa mengakses, dan cloud memungkin semua perangkat terhubung.

Awal tahun ini, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menyatakan mulai mengimplementasikan LTE (long-term evolution). Sebagai kandidat 4G, LTE dianggap paling siap melangkah untuk mengarah ke 4G.

20 operator di dunia, merepresentasikan 1,8 miliar subscriber, telah menyatakan komitmen ke LTE; termasuk NTT Docomo, China Mobile, Vodafone, Verizon, T-Mobile, dan AT&T. NGMN Alliance mengakui LTE sebagai teknologi pertama yang memenuhi kualifikasi NGMN (Next Generation Mobile Networks). Dan akhirnya Qualcomm – yang menjadi pendukung utama UMB – memutuskan ikut mendukung LTE alih-alih meneruskan UMB.

CELLULAR CONCEPT

Konsep Perencanaan Sistem Selular

Dalam perencanaan suatu jaringan telekomunikasi yang baru di suatu wilayah, pertama kalo kita akan selalu berhadapan dengan 2 hal, yang pertama adalah regulasi dan kedua adalah situasi pasar.

Regulasi ditiap daerah pelayanan mungkin akan berbeda dan seorang perencana harus mengenal setiap regulasi serta memastikan bahwa pekerjaan perencanaan bisa dikerjakan secara legal dan mendapat kepastian hukum.

Dalam hal pengenaan situasi pasar, ada 3 bagian penting dalam pemasaran, yaitu  prediksi gross income (pendapatan kasar), pengenalan competitor, dan keputusan cakupan geografis. Dan seorang engineer setelah menerima laporan penelitian market, maka seorang engineer akan melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Memulai sketsa perencanaan pada daerah pelayanan, tujuannya adalah menghasilkan cakupan service pada daerah pelayanan dengan sesedikit mungkin jumlah sel, kapasitas sebesar mungkin untuk alokasi bandwidth yang diberikan, serta kualitas sebaik mungkin.
  2. Menentukan jumlah kanal RF (Radio Frekuensi) yang diperlukan untuk melayani prediksi trafik pada jam sibuk sampai beberapa tahun kedepan.
  3. Studi problem interferensi. Coachanel interferensi, adjacent channel interferensi, maupun juga kemungkinan terjadinya intermodulasi dari tiap sel. Selanjutnya mencari cara-cara untuk mengatasi hal itu,
  4. Studi mengenai probabilitas Blocking pada tiap sel, serta mencari langkah-langkah untuk meminimalisir hal tersebut.
  5. Perencanaan teknologi untuk menyerap pelanggan baru. Jumlah kenaikan pelanggan baru akan tergantung kepada biaya komunikasi, performansi sistem, serta juga kecenderungan bisnis.

BENTUK DAN UKURAN SEL
Idealnya sel mempunyai bentuk lingkaran untuk daerah cakupannya dan BS terletak pada pusat lingkaran tersebut. Dalam prakteknya untuk mendapatkan bentuk lingkaran sangat sulit dilakukan. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor geografi daerah cakupan yang tidak teratur, dan juga jenis antena yang digunakan ikut mempengaruhi bentuk cakupan sel, serta ada kalanya daerah cakupan yang diinginkan tidak berbentuk lingkaran, sehingga bentuk cakupan sel sebenarnya didekatkan dengan bentuk sel heksagonal (segi enam beraturan), seperti terlihat pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Bentuk heksagonal sel dan daerah cakupan dalam kenyataan. [21]

Bentuk heksagonal paling mendekati bentuk ideal suatu lingkaran. Bentuk heksagonal juga memudahkan untuk melakukan sektorisasi antena yang dapat mencakup daerah yang lebih luas.

Sel mempunyai ukuran yang besarnya tergantung dari radius dan diameter sel tersebut. Berdasarkan ukurannya, sel dibagi menjadi sel besar dengan ukuran ± 32 Km dan sel kecil dengan diameter ± 0,8 Km.

Pemilihan ukuran sel harus mempertimbangkan kualitas transmisi, kepadatan lalu lintas dan biaya. Radius sel yang besar akan menghemat jumlah BS untuk mencakup seluruh wilayah pelayanan, tetapi perlu daya pancar yang besar disertai dengan kepadatan trafik yang relatif rendah.

Radius sel dapat diperkecil dengan mengurangi daya pancar. Dengan radius sel yang kecil, kapasitas trafik yang dapat ditangani jaringan juga bertambah besar. Akan tetapi perpindahan pelayanan antar sel (handoff) akan sering terjadi karena kemungkinan pengguna bergerak keluar sel lebih besar.

PENGULANGAN FREKUENSI (Frequency Reuse)
Frequency reuse adalah pemakaian kembali kanal frekuensi yang sama pada sel lain di lokasi yang berbeda. Frequency reuse dilakukan untuk meningkatkan efisiensi alokasi frekuensi dan meningkatkan kapasitas sistem.

Inti dari konsep selular adalah konsep frequency reuse. Walaupun ada ratusan kanal yang tersedia, bila setiap frekuensi hanya digunakan oleh satu sel, maka total kapasitas sistem akan sama dengan total jumlah kanal. `

Dalam penggunaan kembali kanal frekuensi diusahakan agar daya pemancar masing-masing BS tidak terlalu besar, hal ini untuk menghindari adanya interferensi akibat pemakaian kanal yang sama (Interferensi Co-Channel). Jarak minimum frequensi reuse yang diperbolehkan, ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu jumlah sel yang melakukan frequency reuse, bentuk geografi suatu wilayah, tinggi antena dan besarnya daya pemancar masing-masing base station.

Dalam hal ini jarak minimum frequency reuse dapat dicari dengan rumus pendekatan teori sel hexsagonal, yaitu :

dimana :
D = Jarak minimum sel yang menggunakan kanal frekuensi yang sama.
R = Radius sel, dihitung dari pusat sel ke titik terjauh dalam sel.
K = Banyaknya sel per kelompok / Pola sel / Pola frequency reuse.

Gambar 2.2 Frequency reuse group dengan K = 7. [1]

Pola frequency reuse pada sistem selular diperlihatkan gambar 2.2. Pengaturan pola tersebut harus sebaik mungkin, hal ini untuk menghindari interferensi akibat adanya penggunaan kanal yang berdekatan (Interferensi Adjacent Channel) dan interferensi co-channel.

Besaran D/K disebut sebagai faktor reduksi kanal dengan frekuensi yang sama. Besaran tersebut menentukan kualitas transmisi dalam perencanaan sistem selular agar tidak terjadi interferensi co-channel.

Dari persamaan (2.1) juga terlihat bahwa, jika jarak D semakin besar, maka jumlah kelompok sel akan bertambah, sehingga interferensi co-channel akan berkurang, dengan catatan daya pemancar pada BS tidak terlalu besar. Tetapi untuk pita frekuensi yang sama, jumlah kanal/sel akan berkurang yang berarti kapasitas trafik per sel akan lebih kecil.

PEMBELAHAN SEL ( Cell Splitting )
Ketika jumlah pelanggan meningkat dan mencapai jumlah maksimum yang dapat dilayani sel, maka sel-sel harus dibelah menjadi sel-sel yang lebih kecil dan masing-masing mempunyai jumlah kanal yang sama serta dapat melayani jumlah pelanggan yang sama seperti sel asalnya. Dengan proses pembelahan sel, jumlah pelanggan potensial dapat ditingkatkan tanpa kebutuhan tambahan bandwidth.

Pembelahan sel bisa dilakukan dengan cara melakukan sektorisasi pada pusat sel, atau dengan membelah pusat grup sel menjadi sel-sel yang lebih kecil.

Gambar 2.3 Pembelahan Sel (Cell Splitting) dengan sektorisasi.[1]

Gambar 2.4 Pembelahan sel pada pusat grup sel dengan rotasi kanal 1200.[1]

Gambar 2.3 memperlihatkan pattern 7 sel dibagi menjadi 21 sel (sektorisasi pada pusat sel). Sedangkan gambar 2.4 memperlihatkan pembelahan sel pada pusat grup sel dengan melakukan rotasi kanal 120 derajat.

Konsep Umum Selular

Dalam sistem seluler tangan-set yang dibawa oleh pengguna disebut Stasiun Mobile (MS). Para Stasiun Handphone berkomunikasi ke Stasiun Base (BS) melalui sepasang saluran frekuensi, satu untuk up-link dan satu lagi untuk down-link. Semua stasiun dasar dari sistem Seluler dikendalikan oleh stasiun switching pusat yang disebut Mobile Switching Center (MSC) atau Kantor Telepon Mobile Switching (MTSO). MSC bertanggung jawab untuk semua jenis fungsi manajemen jaringan seperti alokasi saluran, handoffs, penagihan, kontrol listrik dll MSC juga terhubung ke Jaringan Telepon Umum Pelanggan (PSTN) atau Public Tanah Jaringan Mobile (PLMN) sehingga memungkinkan MS untuk berbicara dengan telepon Land Line atau sebaliknya.

Gambar 1.1: Arsitektur Seluler (Sumber: http://www.iec.org)
\ Includegraphics [tinggi = 0,28 \ textheight] {angka / cellular_arcihtecture.eps}

Umumnya dua rentang frekuensi yang dialokasikan untuk satu Sistem Bergerak Seluler untuk up-link saluran dan lainnya untuk down-link saluran. Kisaran frekuensi dibagi menjadi banyak saluran sehingga memungkinkan MS untuk berbicara banyak secara bersamaan. Teknik multiplexing beberapa pengguna melalui spektrum tertentu disebut Frekuensi Division Multiple Access (FDMA). Teknik lain seperti Division Multiple Access Waktu (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA) juga digunakan oleh sistem selular modern. Untuk mendukung sejumlah besar pengguna di daerah tertentu teknik yang disebut”“ Frekuensi Reuse digunakan oleh sistem selular. Berdasarkan teknik ini saluran yang tersedia dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan kelompok saluran dialokasikan pada wilayah kecil yang disebut sel “”, biasanya bentuk Hexagonal. Dengan cara ini seluruh jajaran saluran frekuensi yang digunakan lebih dari sekelompok kecil sel dan kelompok sel yang disebut “”klaster. Ukuran cluster khas adalah 4,7,9,12 dan 19.

Gambar 1.2: Frekuensi Reuse dengan ukuran Cluster 7 (Sumber: http://www.iec.org)
\ Includegraphics [tinggi = 0,25 \ textheight] {angka / frequency_reuse.eps}

Fitur lain yang penting dari Sistem Seluler Mobile “”Handoff. Ketika sebuah MS pergi dari satu sel ke sel anter maka perlu untuk mengubah ke BS sel saat ini mengutip dan mungkin perlu ditugaskan mengatur saluran yang berbeda frekuensi. Fenomena ini disebut “”atau “ Penyerahan”Handoff (HO). Keputusan HO dapat diambil seluruhnya oleh stasiun mengendalikan atau dapat dikoordinasikan oleh MS.

sistem arsitektur

Mobile Services Switching Center

GSM: elements and interfaces

GSM: system architecture